VISI.NEWS | INDRAMAYU – Acara pembinaan teknis (Bintek) Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) jemaah haji se-Jawa Barat di Asrama Haji Indramayu, Rabu 8 April 2026, dilaksanakan dengan penuh keprihatinan.
Acara yang diikuti sekitar 1.500 Karom dan Karo ini merupakan gelombang yang ke-2, setelah sehari sebelumnya diikuti sekitar 1.500 Karom dan Karu dari gelombang 1.
Acara yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenhaj Provinsi Jabar ini berlangsung dalam suasana yang gelap, pengap dan juga kesulitan untuk buang air besar/kecil. Itu karena listrik dan AC mati, sementara di toilet tidak tersedia aliran air.

Menurut seorang panitia, aliran listrik mengalami hambatan sehingga tidak bisa menerangi Aula Asrama Haji Indramayu, tempat acara ini berlangsung.
Aliran listrik yang terhambat tidak hanya mengakibatkan ruangan Aula menjadi gelap, melainkan juga pengap sebab AC tidak bisa menyala.
Tidak sampai di situ, toilet yang ada di ruangan aula juga kehabisan pasokan air. Akibatnya para jemaah yang kebelet buang air kecil terpaksa membawa botol air mineral ke toilet atau mencari toilet di gedung lainnya di area asrama haji yang masih tersedia air meskipun sama gelap gulita.
Bukan hanya itu, akibat ruanga aula yang gelap dan pengap maka banyak Karom dan Karu yang memilih keluar ruangan. “Gak kuat pak, di dalam panas banget,” ujar seorang Karu yang memilih keluar aula untuk sekadar mencari udara segar sambil merokok.
Dalam pengumumannya, panitia memohon maaf akibat listrik mati yang berdampak pada ketidaknyamanan para Karom dan Karu.
Namun panitia tetap mengharapkan kerja sama para Karom dan Karu untuk mendampingi para jemaah haji demi kelancaran ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.
Tidak hanya itu, panitia juga menyampaikan pembangunan Masjid Al-Jabar di Embarkasi Indramayu ini mangkarak gara-gara Gubernur Dedi Mulyadi tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk penyelesaian pembangunan Masjid Al-Jabar.
“Dulu waktu Gubernur Ridwan Kamil setiap tahun dialokasikan anggaran Rp3,5M untuk penyelesaian pembangunan Masjid Al-Jabar. Tapi begitu Gubernur dipimpin ku Bapa Aing, anggaran itu dihapuskan sehingga kami berharap pada para jemaah haji yang mampir ke sini,” ujar seorang panitia.
@uli