“Agama Tentatif” Apa pula Itu? Ini Penjelasan MUI

Editor Ketua Bidang Fatwa MUI Sulsel, Dr KH Ruslan Wahab MA./via muisulsel.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Sebutan ‘agama tentatif’ di media sosial TikTok mengemuka belakangan ini. Ketua Fatwa MUI Sulsel menyatakan klaim agama tentatif tidak memenuhi kriteria agama.

“Eksistensi agama mutlak adanya dan menjadi rukun kehidupan. Kepercayaan seseorang terhadap suatu agama bisa berubah itulah sebabnya banyak manusia pindah agama,” kata Ketua Bidang Fatwa MUI Sulsel Dr KH Ruslan Wahab MA, Sabtu (14/5/22), mengutip mui.or.id dari muisulsel.com.

Menurut KH Ruslan Wahab, masyarakat harus memahami agama dan beragama itu berbeda. Agama itu tidak berubah sedangkan beragama boleh berubah.

“Jika ada agama yang berubah-ubah maka itu bukanlah agama,” tegas KH Ruslan, wakil rektor III Universitas Islam Makassar (UIM).

KH Ruslan mengimbau umat Islam untuk tetap berpegang teguh terhadap syariah berdasarkan wahyu dan hadis, jangan sampai terpengaruh dengan ajaran baru yang bertentangan dengan Islam.

Jika mengabaikan ajaran Islam, lalu mengikuti klaim agama tentatif yang jelas-jelas sesat, “Maka itu namanya murtad.”

Agama, Tentatif?

Menurut sumber, mulanya postingan agama tentatif muncul menyusul unggahan daftar artis yang pindah agama.

Contohnya ada artis Deddy Corbuzier yang berpindah agama dari Katolik ke Islam. Tercatat pula Roger Danuarta, Asmirandah, dan lainnya.

Nah, dari situlah keterangan yang mencantumkan agama awal seorang “selebritis” adalah tentatif. Pertanyaan warganet pun heboh: apa maksud agama tentatif.

Mari menengok situs web KBBI, kata “agama” artinya ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Kata “tentatif” dalam KBBI artinya belum pasti, masih dapat berubah.

Istilah tentatif biasa juga digunakan dalam aktivitas lain misalnya di acara atau kegiatan untuk menunjukkan ketidakpastian atau bersifat sementara.

Baca Juga :  Amankan Pilkades Serentak di Ciamis, 1.250 Personel TNI-Polri Siap Diterjunkan

Negara Indonesia mengakui identitas agama bagi warganya. Tercatat enam agama di Indonesia: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Tidak ada agama tentatif. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jaksa Agung Sampaikan Terima Kasih atas Kepercayaan Masyarakat Tangani Kasus Korupsi CPO

Sel Mei 17 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Berdasarkan hasil survei nasional Indikator periode 5-10 Mei 2022, sebanyak 62,3% masyarakat mendukung Kejaksaan Agung untuk menuntaskan kasus korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022. Melansir rilis berita di laman resmi Kejaksaan Agung, […]