VISI.NEWS | BANDUNG – Telur dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang juga kaya vitamin B12, kolin, dan antioksidan. Meski banyak dikonsumsi dalam bentuk sederhana, seperti telur rebus atau telur ceplok, cara pengolahan dan penyimpanannya tidak boleh disepelekan.
Di balik kelezatannya, telur memiliki potensi risiko kesehatan, terutama bila dikonsumsi dalam keadaan mentah atau setengah matang. Kontaminasi bakteri Salmonella menjadi ancaman utama, yang dapat menimbulkan gejala mual, muntah, diare, hingga demam. Kondisi ini lebih berbahaya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Untuk menjaga keamanan konsumsi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, selalu periksa kondisi telur sebelum dimasak. Cangkang yang retak, berlendir, atau berbau tidak sedap menandakan telur tidak layak dikonsumsi. Kedua, pastikan telur dimasak hingga matang sempurna, baik dengan cara direbus 9–12 menit atau digoreng dengan minyak sehat dan api sedang.
Selain itu, sebaiknya hindari penggunaan telur mentah dalam olahan makanan atau minuman, seperti saus salad, mayones rumahan, atau minuman protein. Jika tetap diperlukan, gunakan telur yang telah dipasteurisasi untuk meminimalisasi risiko kontaminasi.
Memilih cara memasak yang tepat tidak hanya menjaga nilai gizi telur, tetapi juga melindungi kesehatan keluarga.
@ffr












