Agar Tak Jenuh Belajar di Rumah dan Sibuk Main HP, Siswa SD di Garut Diajak Bercocok Tanam

Editor Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga, saat dikonfirmasi oleh wartawan terkait pemberian bibit tanam kepada murid SD./visi.news/zaahwan aries.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, berencana memberikan bantuan khusus kepada para siswa sekolah dasar (SD), khususnya kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 yang selama ini terpaksa harus belajar di rumah akibat pandemi Covid-19. Bantuan yang diberikan yakni berupa bibit tanaman.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga menyebutkan, pemberian bantuan berupa bibit tanaman kepada para siswa SD yang selama ini terpaksa harus belajar di rumah itu bertujuan agar mereka tak terlalu jenuh.

“Dikhawatirkan ada kejenuhan yang dirasakan siswa karena terlalu lama harus melaksankan sistem belajar di rumah. Apalagi sampai saat ini kita belum bisa memastikan sampai kapan pandemi Covid-19 ini akan berlangsung,” kata Beni, Jumat (5/6).

Untuk mengisi waktu selama pelaksanaan sistem belajar di rumah, tutur Beni, siswa-siswi tersebut akan diberi keterampilan untuk bercocok tanam. Pihak Dinas Pertanian pun saat ini tengah mempersiapkan bibit tanaman yang akan diberikan kepada para siswa.

Beni menambahkan, pemberian bantuan bibit tanaman dan keterampilan bercocok tanam juga dilakukan untuk mencegah agar mereka tak terlalu sibuk dengan HP.

“Tak bisa dipungkiri, di masa pandemi Covid-19 ini para siswa tentu lebih banyak bermain dengan HP karena kurangnya kegiatan di luar rumah,” katanya.

Menurutnya, dengan dibekali keterampilan bercocok tanam bibit tanaman, siswa siswi tetsebut bisa mempunyai kegiatan dengan melakukan persemaian di rumahnya masing-masing.

Program ini, tambahnya lagi, sangat besar manfaatnya karena bukan hanya bisa mengurangi kejenuhan siswa tapi mereka juga akan mempunyai bekal ilmu yang akan sangat berguna.

“Apalagi saat ini ada wacana bahwa pembukaan sekolah baru akan dilakukan sekitar awal 2021 nanti. Jika tak punya kegiatan lain, para siswa tentu akan merasa sangat jenuh sehingga munculah ide untuk mengajari mereka cara bercocok tanam,” ujarnya.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Semalaman, Jalan Dayeuhkolot Tak Bisa Dilewati Sepeda Motor

Untuk siswa yang bercocok tanam, kata Beni, akan diberi apresiasi ketika tanamannya tumbuh apalagi sampai bisa dipanen.

Beni menyampaikan, agar tak terlalu sulit, para siswa akan diajari cara bercocok tanam sayuran. Selain bisa dijadikan ajang edukasi, hasilnya pun bisa mereka rasakan sendiri guna memenuhi kebutuhan akan sayuran.

Selama pandemi Covid-19 berlangsung, Beni mengungkapkan, pihaknya juga sudah memberikan bantuan bibit tanaman untuk warga yang terkena dampak karantina.

“Pemberian bantuan bibit tanaman ini salah satunya telah dilaksanakan di wilayah Kecamatan Wanaraja belum lama ini,” katanya.

Dituturkannya, selain bibit tanaman warga juga mendapatkan bantuan polybag. Dengan bantuan tersebut, diharapkan warga bisa melakukan penanaman sayuran yang hasilnya bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri.

“Saat ini kami tengah mengusulkan pendanaan dan saat ini sedang diproses. Jika tak bisa dari anggaran perubahan tahun ini, rencananya bisa juga menggunakan dana dari BTT (biaya tak terduga),” ucap Beni.

Namun, tandasnya, bantuan tersebut tidak bisa diberikan langsung terhadap perorangan, tetapi harus kepada kelompok tani. Pemberian bantuan sendiri ditargetkan bisa menyasar warga yang terdampak pandemi Covid-19 langsung, seperti yang ada di wilayah Kecamatan Selaawi, Cigedug, dan Wanaraja, Kabupaten Garut, yang pernah menjalankan karantina.

Lebih jauh Beni menjelaskan, jenis tanaman yang akan diberikan adalah yang masa panennya bisa dilakukan dengan waktu yang singkat yakni 40 hari. Dengan demikian hasil pertaniannya bisa dengan cepat pula dirasakan manfaatnya oleh warga.@zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tevis dan BOBS Peduli Makamkan Mayat Misterius yang Ditemukan di "Si Jalak Harupat"

Jum Jun 5 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Mayat yang ditemukan warga di sekitar Jalan Kutawatingin, tepat seberang Stadion Si Jalak Harupat belum lama ini aklhirnya dimakamkan relawan Tevis dan BOBS Peduli, Kamis (4/6). Asep Baba, Pembina Relawan BOBS Peduli mengatakan, pemakaman yang dilakukan relawan BOBS Peduli atas petunjuk pihak rumah sakit dan Dinsos Jabar. […]