Agung Gustiawan, VP BUMN yang Mau Ngurus Tenis Meja Kab. Bandung

Editor Ketua Pengcab PTMSI Kabupaten Bandung Agung Gustiawan, S.E. /visi.news/gustav viktor rizal
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Agung Gustiawan, S.E., anak muda dari Kabupaten Bandung ini cukup sukses menapaki karier di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Meski demikian, ia tidak lupa untuk berkontribusi pada daerah kelahirannya dengan memegang tampuk pimpinan Pengcab Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).

“Melihat potensi pemain yang luar biasa di Kabupaten Bandung ini, saya ingin ikut menyumbang fikiran dan tenaga semoga bisa lahir pemain-pemain yang bisa berkiprah bukan hanya di tingkat nasional tapi dunia,” ungkapnya saat berbincang dengan VISI.NEWS di Rumah Makan Merenah, Soreang, Kamis (27/10/2022) petang.

Ia menceritakan perjalanan karirnya dari bawah sampai bisa memegang posisi penting sebagai vice president di salah satu perusahaan plat merah sekarang ini. Posisi yang diraihnya itu, kata Agung, bukan ujug-ujug namun hasil dari keprihatinannya, keuletannya dan kompetensi yang dimilikinya sehingga ia bisa mencapai puncak karir.

“Selain itu, Alhamdulillah sekarang ini saya juga sedang merampungkan kuliah S2 Magister Manajemen di Universitas Langlangbuana Bandung, dan Magister Hukum di Universitas Pasundan Bandung,” ujarnya.

Hobi Tenis Meja

Dibalik kesuksesan karirnya itu, Agung mengungkapkan, karena sejak kecil ia punya hobi main tenis meja, maka sekarang ditunjuk untuk menduduki posisi sebagai Ketua Umum Pengcab PTMSI Kabupaten Bandung.

“Awalnya, memang saya dari dulu sebelum masuk Sekolah Dasar sudah megang bet tenis meja. Ini olahraga yang diminati banyak masyarakat karena tidak ada uang pun bisa main pingpong, beda dengan bulutangkis kan suka ada iurannya,” ujarnya.

Pengenalannya pada oleh raga ini, kata Agung, melalui orang tuanya sendiri, karena kebetulan ayahnya cukup piawai memainkan olah raga ini.

“Ada peran orang tua memang dulu yang mengajari saya. Setelah itu, saya masuk SMP pernah menjadi atlit tenis meja yang mewakili Kabupaten Bandung. Jadi ada histori sendiri kenapa saya suka main pingpong dan sekarang menduduki ketua pengcab ini,” paparnya.

Baca Juga :  Solusi Bebas Sampah Makanan dan Ketahanan Pangan Hadir di MIFB 2023

Jabatan ketua Pengcab PTMSI Kabupaten Bandung yang dipegangnya itu, juga melalui proses yang menarik. HM Dadang Supriatna yang sudah mengenal aktivitas Agung di bidang olahraga itu, setelah dinyatakan menang dalam Pilkada lalu, sebelum dilantik jadi Bupati Bandung menawarinya untuk berkiprah di Kabupaten Bandung. “Ah, Pa Bupati da saya mah suka olahraga”. Jawaban Bupati saat itu “Udah aja jadi Ketua KONI yah”.

“Janganlah, saya mah mau mendedikasikan dan eksis di Kabupaten Bandung, udah aja pingpong lah. Saya mah kan memang suka pingpong, ” tutur Agung menceritakan percakapannya dengan Bupati Dadang Supriatna.

Benar saja, setelah beberapa hari dilantik jadi Bupati Bandung, HM Dadang Supriatna kemudian langsung mengusulkan Agung untuk menjadi Ketua Umum Pengcab PTMSI.

“Dari orang-orang orang PTMSI hanya sebagian yang sudah kenal dengan saya. Namun, karena ada arahan Bupati saya dilantik ya akhirnya setelah melalui sebuah proses dilantik jadi ketum pengcab. Tapi itu juga gak semuanya menerima saya duduk di PTMSI, da saya mah bukan siapa siapa atuh, ” ungkapnya sambil tersenyum.

Dengan menjalin silaturahmi kepada para seniornya di PTMSI, ia akhirnya membuat program program yang baik khusus untuk memajukan cabang olahraga tenis meja di Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah saya diterima pada akhirnya, setelah banyak sowan kepada semua jajaran PTMSI. Mereka tertarik melihat semangat saya seperti apa. Beliau-beliau berpikir memang orang yang dibutuhkan itu adalah yang bisa membawa PTMSI kuat dan maju dan juga mereka memandang bahwa saya bisa membawa ke arah situ. Barulah pada tanggal 12 September 2021 saya dilantik,” pungkasnya.@gustav

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Nikah Siri Bisa Dihukumi Haram, Ini Penjelasan dan Argumentasinya

Jum Okt 28 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Fenomena nikah di bawah tangan atau nikah siri masih saja marak terjadi. Karena petikahan tidak dicatat di Kantor Urusan Agama (KUA) atau catatan sipil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, tidak jarang praktik nikah di bawah tangan ini menimbulkan dampak negatif (mudarat) terhadap istri ataupun anak yang […]