Agus Satria Ajak Orang Tua Awasi Handphone Siswa, Disinyalir Ada yang Masuk Grup WA Orang Dewasa

Editor Agus Satria dari Manggala Garuda Putih (MGP) Bandung. /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Meski kegiatan belajar mengajar saat ini sudah dilakukan dengan cara tatap muka atau normal seperti pada biasanya, namun para orang tua siswa/i disarankan untuk terus melakukan pemantauan terlebih mengawasi aktivitas handphone.

Pasalnya, Agus Satria Manggala Garuda Putih (MGP) Bandung mengakan, peristiwa pandemi Covid-19 beberapa waku lalu memberikan dampak negatif terlebih saat pemberlakuan sistem belajar online.

“Pandemi Covid-19 mengharuskan siswa/i belajar online ternyata memberikan dampak negatif, para siswa/i kurang mendapatkan kegiatan lebih yang biasanya dilakukan di sekolah, akhirnya mereka lebih banyak bermain medsos,” katanya.

Menurutnya, apa yang dikatakan tersebut tentunya sesuai dengan temuan-temuan bahwa para peserta didik masuk dalam grup WhatsApp (medsos) yang tidak mendidik, sehingga cenderung bermain medsos ketimbang belajar.

“Ada temuan dari beberapa sekolah, anak-anak SD sekalipun nomor telepon selulernya masuk group WA, dan ini menurut kami tidak baik, pasalnya dapat membahayakan atau mengancam moral anak-anak,” sambungnya.

Kepada VISI.NEWS, Kamis (15/9/22), Agus Satria mengungkapkan, temuan group WA tersebut, disinyalir banyak tersebar atau berisi berbagai gambar dan vidio orang dewasa dan ini kemudian dianggap berpotensi untuk moral anak-anak SD.

“Nama group WA nya kalau ga salah, Anak Sesad Indonesia dan Group Pencari Surga, setelah kami kroscek ternyata terdapat dugaan berisi konten atau gambar serta vidio dewasa terlebih porno,” ungkapnya.

Atas indikasi temuan tersebut, Agus meminta agar pihak sekolah serta para orang tua harus melakukan pengawasan yang instensif jangan sampai kemudian anak-anak SD dibiarkan bebas mengkonsumsi hal-hal yang tidak baik yang tersebar di dua group WA tersebut.

“Menyarankan agar pihak sekolah dan orangtua untuk lebih intens mengecek handphone anaknya agar bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat bermain medsos, ini harus ada perhatian Dinas Pendidikan dan sekolah di semua tingkatan,” ujar Agus.

Baca Juga :  Batal Gelar Aksi 1.000 Massa, MGP : Kami Datang untuk Audiensi dengan Saber Pungli dan Inspektorat

Terakhir, penggunaan handphone pada anak SD, juga disarankan hanya dipergunakan ketika dianggap perlu dan itu tentunya harus dalam pendampingan atau pengawasan pihak sekolah dan orang tua.

“Ini mungkin dampak kurangnya kegiatan setelah pandemi kemarin, sehingga siswa atau anak-anak beramain medsos, kedepan harus lebih ekstra ketat untuk mengawasinya,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Hasil Musdalub, H. Ahmad Basuki Terpilih Ketua DPD Partai Golkar Kab. Bekasi

Kam Sep 15 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – H. Ahmad Marzuki terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang digelar di Aula DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) Jalan Maskumambang Bandung, Rabu (14/9/22) petang. Terpilihnya Ahmad Marzuki sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi merupakan semangat […]