VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Penguatan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi sorotan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan Anggota MPR RI, Ahmad Heryawan, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Ahmad Heryawan menegaskan bahwa nilai-nilai Islam hadir dalam seluruh urusan kehidupan. Setiap muslim, menurutnya, memiliki tanggung jawab sebagai juru bicara Islam rahmatan lil ‘alamin, yaitu Islam yang membawa rahmat, keadilan, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.
Ia juga menekankan bahwa menjauhkan agama dari negara sama kelirunya dengan menjauhkan negara dari agama.
Ahmad Heryawan menjelaskan pentingnya memahami persoalan keagamaan, sosial, dan politik tidak hanya dengan penalaran deduktif, tetapi juga dengan penalaran induktif.
“Pendekatan ini diperlukan agar ajaran Islam dapat dihadirkan secara kontekstual, solutif, dan adaptif terhadap dinamika zaman”. ujar Aher
Dalam konteks politik, ia memaparkan tujuan partai politik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Tujuan umum partai politik meliputi mewujudkan cita-cita nasional, menjaga keutuhan NKRI, mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila, serta mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Sementara tujuan khususnya adalah meningkatkan partisipasi politik masyarakat dan memperjuangkan cita-cita partai dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, Ahmad Heryawan menjelaskan fungsi partai politik sebagai sarana pendidikan politik, penciptaan iklim kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa, penyerap dan penyalur aspirasi politik rakyat, partisipasi politik warga negara, serta rekrutmen politik dalam pengisian jabatan politik.
Dalam hal ini, PKS ditegaskan memiliki visi menjadi partai pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD NRI 1945.
Ia juga menguraikan pokok-pokok implementasi Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, di antaranya pemahaman Islam yang utuh dan moderat, bersikap adil terhadap semua kelompok, serta membuang nilai dan persepsi ekstrem.
“Prinsip wasathiyah Islam dihadirkan melalui karakter kebaikan, keadilan, kemudahan, kebijaksanaan, konsistensi, dan sikap pertengahan,” tambahannya.
Menurutnya implementasi pemahaman Islam wasathiyah menuntut sikap toleran terhadap perbedaan keyakinan, praktik ibadah, pandangan politik, dan kebijakan publik.
Ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan konsensus dasar bersama, perjanjian sosial, serta titik temu ideologi bangsa Indonesia. Identitas kebangsaan dan identitas keagamaan, kata dia, dapat berjalan seiring bahkan saling menguatkan.
Selain itu dalam perspektif kepemimpinan, Ahmad Heryawan menekankan pentingnya menunaikan hak seluruh komponen bangsa secara adil sesuai dengan maqashid syariah, mulai dari perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, hingga harta.
Implementasinya antara lain melalui perjuangan kebebasan beragama, peningkatan kesejahteraan pekerja, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan keluarga, serta tata kelola anggaran yang bersih dan tepat sasaran.
Sebagai penutup Aher mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membuang sikap dan persepsi ekstrem, baik dalam aqidah, fiqh, maupun sikap politik.
Ia menegaskan bahwa Islam harus hadir secara moderat, rasional, dan adaptif terhadap budaya serta kearifan lokal, guna membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil, damai, dan bermartabat dalam bingkai NKRI. @ihda












