VISI.NEWS – Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerukan bersama rakyat, selamatkan demokrasi Indonesia. Ia mengungkapkan hal itu dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan VISI.NEWS , yang diteruskan kembali oleh kader Partai Demokrat, Selasa (30/3/2021).
Pernyataan AHY itu sebagai bentuk respon terhadap kongres luar biasa (KLB) versi KLB Deli Serdang Sumatera Utara.
“Akhir-akhir ini, empati dan dukungan terus mengalir kepada Partai Demokrat, dari para tokoh (baik di tingkat pusat maupun daerah), serta masyarakat luas, termasuk para politisi senior, purnawirawan TNI-Polri, akademisi, pemuka agama, pengamat politik, aktivis demokrasi, budayawan, serta berbagai kalangan ormas dan civil society lainnya, juga para mahasiswa serta anak-anak muda dari berbagai komunitas (baik yang dilakukan secara terbuka maupun tertutup, langsung maupun tidak langsung),” tutur AHY.
Pada kesempatan ini, AHY turut melaporkan perkembangan situasi di tubuh Partai Demokrat kepada seluruh kader, simpatisan, dan juga masyarakat Indonesia, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitasnya kepada publik. “Partai Demokrat adalah partai yang terbuka. Tidak ada yang kami sembunyikan,” kata AHY sambil menyebutkan, Partai Demokrat solid dibawah kepemimpinannya.
“Pasca laporan kami kepada Kementerian Hukum
dan HAM (Kemenkumham) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 8 Maret 2021 lalu, segenap jajaran pimpinan dan
pengurus DPP, DPD, DPC, DPAC, hingga tingkat Ranting,
serta seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat, semakin kompak, semakin berani, dan semakin siap mempertahankan kedaulatan, kehormatan, dan eksistensi Partai Demokrat di seluruh tanah
air,” imbuhnya.
Artinya, kata AHY, seluruh kader juga semakin kompak, semakin berani, dan semakin siap melawan siapapun yang mengancam, dan ingin merebut apa yang dimilikinya. “Karena bagi kami, perjuangan ini suci,
demi menegakkan kebenaran dan keadilan, serta menyelamatkan
demokrasi di negeri ini. Begitu juga seluruh anggota legislatif dari Fraksi Partai Demokrat, baik di tingkat DPR RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten-
Kota,” katanya.
Para kader Partai Demokrat semua solid dan setia bersama
Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Ketua Umum yang sah, Agus Harimurti Yudhoyono. “Untuk itu, saya menyampaikan terima kasih, rasa bangga, sekaligus juga penghargaan yang setinggi-tingginya,” katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih telah diberikan ruang dan waktu untuk menjalin komunikasi dengan pihak pemerintah. “Kami bertemu Menkopolhukam, jajaran Kemenkumham, Komisioner KPU dan yang lainnya. Komunikasi ini penting untuk mencegah terjadinya salah persepsi antara jajaran pemerintah dengan Partai Demokrat, seperti
yang kerap diangkat dalam pemberitaan di media massa, maupun percakapan publik di media sosial,” ujarnya.
Saat ini, kata AHY, Partai Demokrat tengah menunggu sikap dan putusan pihak pemerintah, dalam hal ini Kemenkumham, untuk merespons apa yang dinamakan Kongres Luar Biasa (KLB), yang diduga ilegal dan inkonstitusional itu. Partai Demokrat menaruh harapan, dan memegang janji pemerintah serta jajaran penegak hukum, untuk menegakkan hukum sebenar-benarnya dan seadil-adilnya.
Pihaknya pun turut merespon manuver politik yang dilakukan oleh kubu KSP Moeldoko terkait konferensi pers di Hambalang, dan pernyataan KSP Moeldoko di akun media sosialnya beberapa waktu lalu.
Ia pun turut merespons apa yang disampaikan oleh para pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) yang terus mendiskreditkan Partai Demokrat dan kader-kadernya.
“Yang mendiskreditkan Partai Demokrat tersebut tidak memiliki kebenaran dan tidak akurat, juga tidak ada kaitannya dengan gerakan untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat,” katanya.
“Justru yang menjadi perhatian masyarakat luas saat ini adalah. gerakan KLB yang melawan hukum itu sendiri, yang justru tidak bisa
dijelaskan, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh para pelaku GPK-PD,” lanjutnya.@mpa