Air Liquide dan Pertamina Jalani Studi Bersama untuk Solusi Teknologi Rendah Karbon di Indonesia

Editor Air Liquide dan Pertamina lakukan kerjasama. /visi.news/net
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA –  Air Liquide dan Pertamina, perusahaan energi nasional Indonesia, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan menjajaki solusi teknologi untuk mendukung dekarbonisasi aktivitas Pertamina di Indonesia. Kolaborasi ini akan berkontribusi pada upaya Indonesia untuk mendekarbonisasi dan memenuhi ambisi net zero emission pada tahun 2060.

Dalam kerangka MoU ini, Air Liquide Indonesia dan Pertamina akan melakukan penelitian bersama dalam menjajaki kemungkinan kemitraan jangka panjang untuk membantu Pertamina melakukan dekarbonisasi di kegiatan operasionalnya. Kedua pihak akan mempelajari solusi yang memungkinkan pengurangan emisi CO2 di site Pertamina, di antaranya solusi Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS) serta solusi untuk menghasilkan hidrogen rendah karbon.

Melalui inisiatif ini, Air Liquide dan Pertamina menunjukkan komitmen bersama untuk mengeksplorasi dan menerapkan solusi yang akan berkontribusi dalam memerangi pemanasan global.

Proyek ini akan memanfaatkan keahlian Air Liquide di hidrogen dan portofolio teknologi penangkapan karbon yang telah terbukti, sementara Pertamina akan menghadirkan pengalamannya di sektor energi.

Marloes Moerman, Presiden Direktur Air Liquide Indonesia, mengatakan: “Berada di Indonesia selama hampir 30 tahun, Air Liquide bangga bekerja sama dengan Pertamina untuk mengurangi jejak lingkungan dan berinvestasi untuk masa depan rendah karbon di Indonesia. Sejalan dengan tujuan keberlanjutan kami yang mencakup netralitas karbon pada tahun 2050, Air Liquide berupaya bekerja sama dengan pelanggan menuju industri yang berkelanjutan dan berkontribusi pada pengembangan masyarakat rendah karbon. Kami akan melakukannya dibantu oleh berbagai solusi inovatif yang telah kami kembangkan termasuk solusi penangkapan karbon dan hidrogen rendah karbon.

Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communications Pertamina mengatakan: “Salah satu upaya untuk mendukung ambisi Indonesia adalah pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Pada saat yang sama, kerja sama ini sejalan dengan program transisi energi strategis Pertamina dan komitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Kami senang bermitra dengan Air Liquide dalam misi yang berharga ini.”

Baca Juga :  REFLEKSI | Pintu Surga

Sebagai pemimpin dunia dalam gas, teknologi, dan layanan untuk Industri dan Kesehatan, Air Liquide hadir di 78 negara dengan sekitar 64.500 karyawan dan melayani lebih dari 3,8 juta pelanggan dan pasien. Oksigen, nitrogen, dan hidrogen adalah molekul kecil yang penting untuk kehidupan, materi, dan energi. Molekul tersebut mewujudkan keahlian ilmiah Air Liquide dan telah menjadi inti kegiatan perusahaan sejak didirikan pada tahun 1902.

Ambisi Air Liquide adalah menjadi pemimpin di industrinya, memberikan kinerja jangka panjang dan berkontribusi pada keberlanjutan – dengan komitmen kuat terhadap perubahan iklim dan transisi energi sebagai inti dari strateginya. Strategi transformasi customer-centric perusahaan bertujuan untuk pertumbuhan yang menguntungkan, teratur dan bertanggung jawab dalam jangka panjang. Itu bergantung pada keunggulan operasional, investasi selektif, inovasi terbuka dan organisasi jaringan yang diterapkan oleh Grup di seluruh dunia. Melalui komitmen dan daya cipta seluruh karyawan, Air Liquide memanfaatkan transisi energi dan lingkungan, perubahan dalam perawatan kesehatan dan digitalisasi, serta memberikan nilai yang lebih besar kepada semua pemangku kepentingannya.

Air Liquide mencatat pendapatan lebih dari 20 miliar euro pada tahun 2020. Air Liquide terdaftar di bursa saham Euronext Paris (kompartemen A) dan termasuk dalam indeks CAC 40, EURO STOXX 50 dan FTSE4Good.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Marketplace Naffiti Bagikan 100% Keuntungan dari Biaya Transaksi kepada Pemilik Token $NAO

Sel Jan 25 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | HONGKONG –  Naffiti, DAO-governed gasless NFT marketplace yang pertama, meluncurkan program berbagi keuntungan dari biaya transaksi kepada pihak-pihak yang melakukan staking atas token $NAO. Biaya transaksi harian sebesar 100% pada NFT marketplace akan dibagikan secara proporsional kepada pemilik token berdasarkan nilai staking setiap hari. Program ini berlangsung […]