VISI NEWS | PANGANDARAN – Tidak semua wilayah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terjangkau sinyal internet. Kondisi ini membuat sebagian warga kesulitan mengakses informasi secara daring, termasuk yang tinggal di Dusun Mungganggondang, Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran.
Untuk mendapatkan sinyal, warga harus berusaha ekstra bahkan sampai nongkrong di sekitar sungai atau perbukitan.
“Di sini memang menjadi daerah paling susah sinyal, meski dekat perbukitan dan hutan. Saya kira sinyal itu di mana-mana bisa terjangkau,” ucap Riki Herdian dikutip dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).
Riki mengaku, meskipun sudah mencoba menaruh ponsel di tempat tinggi di rumahnya, sinyal tetap sulit didapatkan.
“Susah banget masih di rumah juga. Kadang saya kalau menerima informasi suka telat mau itu tugas sekolah atau info lainnya,” katanya.
Menurutnya, warga di dusun tersebut sempat berencana untuk patungan memasang jaringan internet secara swadaya. Namun, biaya pemasangan dianggap terlalu tinggi.
“Jadi nggak sanggup bayar untuk ada tiang internet dan kabelnya ke sini, terlalu mahal,” ucapnya.
Akhirnya, nongkrong di pinggir sungai dan jembatan menjadi cara alternatif warga untuk menjangkau sinyal internet.
“Suka nongkrong-nongkrong di sini, kadang juga luplep sinyalnya tapi lebih mendingan,” katanya.
Warga lain, Emay Ernawati, mengaku sering datang ke sungai dekat bukit hanya untuk memposting konten atau chatting.
“Kalau lagi mau update status baru ke sini jalan kaki atau naik motor dekat ini,” ucapnya.
Namun jika ingin berselancar di media sosial lebih lama, ia harus pergi ke daerah dengan sinyal lebih kuat.
“Kalau pun ingin main medsos lebih lama, harus ke daerah sinyal bagus dekat kantor desa ataupun ke Pangandaran. Jaraknya yang jauh harus naik motor 5 km,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Pangandaran Tonton Guntari mengatakan bahwa di wilayah pedesaan Kabupaten Pangandaran hanya beberapa desa yang masih mengalami blank spot internet.
“Biasanya itu di daerah yang belum ada tiang internetnya. Meski tinggi area perbukitan kadang sinyal sulit dijangkau,” ucapnya.
Menurut Tonton, sebagian besar desa kini telah menyediakan akses internet gratis bagi warganya.
“Ya paling kalau di rumah susah, minta akses saja ke kantor desa,” katanya.
Ia menambahkan, hingga kini belum ada pendataan pasti terkait desa mana saja yang masih masuk kategori blank spot.
“Karena beberapa wilayah yang susah sinyal masih ada warga yang pasang WiFi,” ucapnya.
Tonton berharap ke depan akan ada program internet gratis yang menyasar wilayah-wilayah terisolasi agar tidak ada kesenjangan digital.
“Ya biar tidak ada kesenjangan saja, dan semua bisa menerima informasi dengan mudah,” katanya. @kanesa












