Search
Close this search box.

Akibat Tindakan Polisi Dianggap Berlebihan, Gelombang Unjuk Rasa Meluas di AS

George Floyd dan insiden polisi yang membuatnya tewas./dailymail.co.uk

Bagikan :

VISI.NEWS – Petugas kepolisian Minneapolis Derek Chauvin didakwa melakukan pembunuhan terhadap George Floyd’s ketika pengaduan kriminal mengungkapkan bahwa dia terus menekan lututnya di leher lelaki kulit hitam itu selama hampir 3 menit pria tersebut jatuh pingsan.

Perwira polisi Minneapolis Derek Chauvin telah didakwa atas pembunuhan George Floyd, karena terungkap bahwa ia dianggap melakukan tindakan tercela dengan menekan lututnya di leher Floyd’s selama hampir tiga menit, setelah Floyd’s kehilangan kesadaran, pada hari Jumat (29/5/2020).

28984630 8370537 image a 41 1590776991983 1
Para pengunjuk rasa mengangkat poster bertuliskan ‘Black Lives Matter’ dan ‘Justice for George Floyd’ di luar rumah Chauvin di Florida./dailymail.co.uk

Jaksa Wilayah Hennepin, Mike Freeman, seperti dilansir dari dailymail.co.uk, mengatakan, polisi tersebut dituduh melakukan pembunuhan tingkat tiga. Chauvin membuat Floyd dijepit ke tanah selama tiga menit setelah dia pingsan.

Sementara dari pihak pengacara keluarga Ben Crump menuntut Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat pertama.

Jaksa Wilayah Hennepin, Mike Freeman, mengumumkan Chauvin ditahan oleh penyelidik negara pada Jumat sore dan dituduh melakukan pembunuhan tingkat tiga dan pembantaian menyusul protes dan kerusuhan nasional yang menuntut penangkapan petugas kulit putih tersebut.

28984612 8370537 image a 44 1590778348154 1
Aksi yang terjadi pada hari yang sama saat Chauvin didakwa atas pembunuhan George Floyd./dailymail.co.uk

Jaksa memperingatkan bahwa ada ‘bukti yang tidak mendukung tuduhan kriminal’ dalam kasus tersebut, mengatakan mereka perlu membuktikan Chauvin telah menggunakan kekuatan ‘berlebihan’ di Floyd.

Tuduhan kriminal ditunjukkan pada momen-momen menjelang kematian Floyd, dan mengungkapkan bahwa dia ‘tidak responsif’ selama hampir tiga menit sebelum Chavin membebaskan Floyd dari bawah lututnya.

“Terdakwa menekan lututnya di leher Mr Floyd selama delapan menit dan total 46 detik. Dua menit dan 53 detik dari ini setelah Mr Floyd tidak responsif,” kata laporan itu.

Baca Juga :  Kebakaran di Pasar Caringin Bandung, Dua Kios Hangus

Catatan petugas polisi bahwa jumlah waktu pengekangan terhadap tersangka dalam posisi itu ‘pada dasarnya berbahaya.’

Namun, otopsi awal tidak menemukan bukti ‘asfiksia atau pencekikan traumatis’ dan menemukan Floyd mungkin meninggal karena ditahan serta dari kondisi kesehatan yang mendasarinya.

George Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun, meninggal pada Hari Peringatan ketika ia ditangkap oleh empat petugas polisi atas tuduhan berusaha membeli rokok dengan uang kertas palsu sebesar $ 20.

Dia terlihat dalam video yang memohon agar dilepaskan karena dia tidak bisa bernapas ketika petugas kulit putih Derek Chauvin menekan lututnya ke lehernya

Akibat kejadian tersebut gelombang unjuk rasa meletus di beberapa wilayah di Amerika Serikat (AS), meski keempat petugas yang diduga terlibat bersama Derek Chavin saat insiden terjadi telahdipecat di Windermere, Florida, Jumat.

Para pengunjuk rasa mengangkat papan bertuliskan ‘Black Lives Matter’ dan ‘Justice for George Floyd’ bahkan di luar rumah Chauvin di Florida.@mpa

Baca Berita Menarik Lainnya :