VISI.NEWS | BANDUNG – Aksi seorang penjual martabak di Bandung yang menghadapi gerombolan geng motor bersenjata tajam kembali menyita perhatian publik. Namun, di balik video viral itu, tersimpan kisah perjuangan seorang perantau muda yang kemudian mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kejadian tersebut berlangsung pada 29 November 2025 dini hari di Jalan Inhoftank, Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Rekaman CCTV menunjukkan belasan anggota geng motor datang sambil membawa celurit dan membuat kegaduhan dengan suara knalpot yang bising. Mereka mendekati lapak martabak tempat Agus Nugraha, 24 tahun, bekerja.
Dalam situasi terdesak itu, Agus mengambil samurai yang disimpan di bawah rak dan mengangkatnya untuk mengusir kelompok tersebut. Tindakan spontan itu membuat para pelaku akhirnya memilih kabur.
Video aksi Agus kemudian menyebar luas di media sosial dan diunggah ulang oleh Gubernur Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya. Ia menuliskan, “Tukang martabak terkeren se-Jawa Barat,” sebagai bentuk apresiasi atas keberanian Agus.
Agus pun diundang oleh Dedi untuk berbincang santai yang disiarkan melalui kanal YouTube milik sang gubernur. Dalam pertemuan itu, Agus menceritakan bahwa insiden tersebut bukan pengalaman pertamanya berhadapan dengan geng motor di lokasi tersebut.
“Hampir 2 kali menghadapi geng motor di situ. Yang pertama bulan kemarin, cuma lewat di jalan. Yang kemarin sampai masuk,” ujar Agus saat berbincang dengan Dedi.
Selain membahas insiden tersebut, Dedi juga menyoroti kehidupan Agus yang merantau dari Panumbangan, Ciamis. Agus bekerja sebagai penjual martabak sejak enam bulan lalu, dengan penghasilan Rp2,3 juta per bulan dan jam kerja panjang dari pukul 15.00 hingga 03.00. Meski begitu, ia tetap menyisihkan sebagian gajinya untuk dikirim kepada ibunya di kampung.
Kisah Agus tak hanya menggambarkan keberanian menghadapi ancaman, tetapi juga keteguhan seorang pemuda dalam memperjuangkan hidupnya. Aksinya yang terekam kamera kini menjadi simbol bahwa keberanian bisa datang dari siapa saja, termasuk dari balik lapak martabak di sudut kota.
@kanaya