Aksi Demo Kembali Terjadi di KPU Kab Tasik, Massa Sweeping Para Komisioner KPU

Editor :
Aksi demo gabungan organisasi masyarakat yang mengatasnamakan FMPD melakukan aksi di depan kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya./visi.news/ayi kuraesin.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Ratusan massa kembali geruduk kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (12/1/2021).

Kali ini massa dari gabungan organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Penyelamat Demokrasi (FMPD), menyampaikan kekecewaannya atas keputusan KPU terkait laporan pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh calon petahana, Ade Sugianto.

Massa aksi awalnya melakukan orasi di depan gerbang kantor KPU dan berjalan kondusif. Aksi demontrasi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Namun, aksi berubah menjadi memanas manakala massa aksi menuntut untuk bertemu dengan komisioner KPU. Tapi ternyata, lama ditunggu tidak ada satu pun komisioner KPU yang menemui massa aksi.

Hal tersebut memancing emosi massa aksi. Mereka saling dorong dengan aparat kepolisian, hingga akhirnya bisa merangsek ke kantor KPU.

Massa pun langsung memeriksa setiap ruangan kantor KPU, untuk mencari para komisioner KPU. Namun ternyata, tidak satu pun komisioner KPU yang berhasil ditemui, begitu pun para stafnya. Kantor tersebut dalam kondisi kosong.

Kondisi itu semakin membuat kecewa dan emosi massa semakin naik. Massa nyaris merusak kantor KPU, namun upaya itu berhasil dicegah oleh aparat kepolisian.

“Ke mana ini para komisioner KPU dan stafnya. Tidak satu pun yang berada di kantornya, padahal ini jam kerja,” kata Koordinator lapangan aksi, Dadi Abidarda.

Dadi merasa kecewa dengan kinerja KPU, khususnya keputusan menolak semua laporan pasangan calon nomor 4 Iwan-Iip, yaitu KPU tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Pilkada Nomor 10 tahun 2016 pasal 10 poin B1 dan pasal 139 ayat 2.

Sementara yang dipakai KPU, lanjut Dadi, PKPU nomor 25 tahun 2013, yang jelas sudah tidak relevan lagi digunakan.

“Untuk itu kami menilai kebijakan KPU dalam memutuskan menolak semua laporan ini cacat secara hukum,” tegasnya.

Dadi pun berharap pihak kepolisian dan pihak berwajib lainnya untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap KPU.

Tidak hanya itu, Dadi juga mengancam akan melaporkan ke Bareskrim Polri, terlebih anggaran penyelenggaraan Pilkada ini menelan Rp 53 miliar. Namun kinerja KPU tidak sesuai dengan harapan melaksanakan demokrasi yang Jurdil, ungkapnya.

Usai dari kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya, massa pun bergeser ke kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya. Namun, di kantor Bawaslu pun massa tidak berhasil bertemu dengan para pimpinan Bawaslu.

Meski demikian, massa aksi ditemui oleh Kepala Kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dede Hendayana.

Dalam kesempatan tersebut, Dede mengakui bahwa para pimpinan Bawaslu sedang tidak ada di kantor karena sedang ada kegiatan di Bawaslu Provinsi Jawa Barat.

Dede pun berjanji akan menyampaikan semua pesan massa aksi, terutama yang berkaitan dengan tugas Bawaslu. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BULU TANGKIS: Jadwal Lengkap Thailand Open, Ahsan/Hendra Turun Gelanggang

Rab Jan 13 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Gelaran Yonex Thailand Open 2021 masih akan berlanjut Rabu ini (13/1/2021). Salah satu pertandingan di turnamen ini akan mempertemukan pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melawan juniornya, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Selain duel tersebut, hari kedua Yonex Thailand Open juga akan menghadirkan pertandingan dari lima wakil Indonesia […]