Search
Close this search box.

Aksi Psikologis Donnarumma Gagal Hentikan Real Madrid, Penalti Vinicius Junior Tetap Berbuah Gol

kiper Paris Saint-Germain Gianluigi Donnarumma.source./visi.news/instagram@donnaruma

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG -Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Real Madrid dan Manchester City berlangsung dramatis di Santiago Bernabéu Stadium. Tuan rumah berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan 3-0 dalam pertandingan tersebut.

Kemenangan Real Madrid ditentukan oleh penampilan gemilang kapten tim, Federico Valverde. Gelandang asal Uruguay itu mencetak hattrick hanya dalam waktu 22 menit pada babak pertama, yang langsung membuat Los Blancos menguasai jalannya pertandingan.

Salah satu momen menarik dalam laga tersebut terjadi saat Real Madrid mendapatkan hadiah penalti setelah Vinícius Júnior dilanggar oleh kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma.

Sebelum penalti dieksekusi, Donnarumma terlihat mencoba melakukan permainan psikologis terhadap Vinicius. Kiper asal Italia itu sempat melontarkan kalimat berbahasa Italia, “Ha fatto il fenomeno.”

Jika diterjemahkan secara langsung, kalimat tersebut berarti “Dia bertingkah seperti fenomena.” Dalam konteks percakapan sehari-hari di Italia, ungkapan itu sering digunakan secara sarkastik untuk menyindir pemain yang dianggap terlalu banyak gaya atau ingin pamer kemampuan.

Vinicius Junior tetap mengambil tendangan penalti tersebut dengan mencoba mengecoh sang kiper. Namun, Donnarumma berhasil membaca arah bola dan melakukan penyelamatan penting bagi Manchester City.

Meski berhasil menggagalkan penalti tersebut, Manchester City tetap tidak mampu membalikkan keadaan. Real Madrid terus tampil efektif hingga akhirnya memastikan kemenangan dengan skor telak.

Tim asuhan Pep Guardiola sebenarnya sempat menciptakan beberapa peluang berbahaya. Kesempatan terbaik datang dari Nico O’Reilly, tetapi tembakannya berhasil digagalkan oleh penyelamatan kiper Real Madrid, Thibaut Courtois.

Guardiola mengaku cukup puas dengan cara timnya bermain meskipun harus menerima kekalahan dengan skor yang cukup besar.

Menurutnya, Manchester City sudah mampu menjalankan rencana permainan dan beberapa kali berhasil menembus kotak penalti Real Madrid, meski gagal memaksimalkan peluang yang ada.

Baca Juga :  Bitcoin Bertahan karena ‘Segelintir Raksasa’? Pasar Terbelah di Tengah Perang!

Ia juga menilai Real Madrid tetap menjadi tim yang sangat berbahaya, terutama dalam situasi serangan balik yang cepat.

Guardiola menambahkan bahwa dominasi atas Real Madrid bukan hal yang mudah. Meskipun timnya sempat menguasai permainan di beberapa momen, efektivitas tuan rumah menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

Kemenangan ini memberikan keuntungan besar bagi Real Madrid menjelang leg kedua babak 16 besar Liga Champions. @fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :