Search
Close this search box.

Aktivisme Iklim Penggemar K-Pop Menjadi Sorotan di COP30 Brasil

Dayeon Lee, juru kampanye KPOP4PLANET, menjadi salah satu pembicara utama dalam panel diskusi bertajuk “K-pop Fans for Climate Action” yang digelar di Paviliun Entertainment and Culture, Blue Zone, Selasa (18/11/2025) waktu setempat. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Pada minggu kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim COP30 di Belém, Brasil, gerakan aktivisme iklim yang digagas penggemar K-pop—termasuk komunitas besar dari Indonesia—kembali mencuri perhatian dunia. Para penggemar ini dinilai mampu memanfaatkan kekuatan komunitas global untuk mendorong aksi nyata terkait isu krisis iklim.

Dayeon Lee, juru kampanye KPOP4PLANET, menjadi salah satu pembicara utama dalam panel diskusi bertajuk “K-pop Fans for Climate Action” yang digelar di Paviliun Entertainment and Culture, Blue Zone, Selasa (18/11/2025) waktu setempat. Acara ini diselenggarakan Korea Cultural Center Brasil dengan fokus pada peran fandom dalam advokasi lingkungan.

Panel tersebut turut didukung oleh Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Hidup Korea Selatan, Kim Sung-hwan, serta Vinicius Gurtler dari Kementerian Kebudayaan Brasil yang juga menjadi ketua bersama Kelompok Sahabat Aksi Iklim Berbasis Budaya (GFCBCA). Kehadiran pejabat tingkat tinggi ini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi budaya dalam gerakan iklim global.

Dalam presentasinya, Dayeon menyoroti aksi nyata penggemar K-pop yang telah berkontribusi dalam penanggulangan bencana dan kampanye lingkungan. Ia mencontohkan donasi sebesar Rp 1,4 miliar dari fandom Indonesia untuk korban bencana Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat pada 2021 sebagai bukti kekuatan solidaritas komunitas K-pop.

Ia juga memaparkan kampanye KPOP4PLANET yang mendorong transisi energi terbarukan di perusahaan global seperti Hyundai Motor Company dan Kering. “Penggemar K-pop adalah generasi masa depan yang peka terhadap keadilan dan mampu menjadi aktivis iklim yang tangguh,” ujarnya.

Marliana Faciroli, co-director ARMY Help The Planet dari Brasil, turut membagikan pengalaman gerakan seperti “ARMY for the Amazon”, kampanye donasi untuk kebakaran hutan Amazon pada 2019. Menurutnya, semangat ini terinspirasi dari keterlibatan BTS dalam isu-isu sosial dan lingkungan.

Baca Juga :  Komisi IV Desak Prabowo Kembalikan Dana Reboisasi dan Reklamasi

Pandangan para aktivis ini diperkuat oleh Profesor Gyutag Lee dari George Mason University Korea dan Cheulhong Kim, Direktur Korea Cultural Centre Brasil. Mereka menyebut gelombang global K-pop telah memicu peningkatan aktivisme fandom yang bertujuan menciptakan pengaruh positif lintas negara. Thalia Silva dari Komite Penasihat Youth Climate Champion COP30 juga turut mengisi sesi tersebut.

Menutup sesi, Dayeon memperkenalkan kampanye “K-pop Carbon Hunters”, gerakan yang menyerukan konser K-pop rendah karbon dan pengurangan emisi industri hiburan. Lebih dari 4.000 penggemar kini terlibat dalam mendorong perubahan tersebut agar sejalan dengan pengaruh global K-pop.

COP30 menandai satu dekade sejak pengesahan Perjanjian Paris pada 2015, sehingga momen ini dinilai tepat bagi industri K-pop untuk menunjukkan komitmen iklim lebih ambisius dan kolaboratif demi menjaga pemanasan global di bawah 1,5°C. “Kita membutuhkan tindakan nyata, bukan janji kosong,” tegas Dayeon.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :