Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Akbara Surakarta Kirim Tim ke Daerah Bencana

Tim Akbara Surakarta yang akan dikirim ke daerah bencana Merapi sebelum bertolak ke wilayah Magelang./visi.news/tok suwarto.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Akademi Bank Darah (Akbara) Surakarta di bawah pengelolaan PMI Kota Solo, merespons cepat peningkatan aktivitas Gunung Merapi dengan mengirim tim yang ditugasi melakukan assesmen, mengumpulkan data, dan membantu kegiatan Posko Tanggap Bencana Merapi di PMI Kabupaten Magelang.

Tim Akbara tahap pertama yang terdiri atas 8 orang mahasiswa dan 6 orang dosen pendamping, bertolak ke Magelang pada Selasa (17/11/2020) dan sementara akan melaksanakan kegiatan selama 3 hari di di Desa Tamanagung, Kota Muntilan.

Direktur Akbara Surakarta, Titis Wahyuono, seusai melepas tim pertama Akbara, menjelaskan, pengiriman tim Akbara sesuai dengan arahan Pengurus Pusat PMI. Tim yang terdiri atas mahasiswa dan dosen program studi (Prodi) Manajemen Penanggulangan Bencana (MPB), diminta turut berperan dalam setiap bencana di Indonesia.

“Para mahasiswa dan dosen Akbara, kita arahkan sebagai praktisi dan akademisi yang tanggap bencana demi kemajuan manajemen penanggulangan bencana di Indonesia,” katanya.

Panji Ardana, salah seorang dosen Prodi MPB yang akan mendampingi tim, mengungkapkan kepada VISI.NEWS, di daerah bencana yang menjadi lokasi kegiatan timnya terdapat sejumlah klaster layanan. Tim Akbara, khususnya para mahasiswa akan masuk ke layanan dapur umum dan pengolahan data kependudukan di pusat data Posko Tanggap Bencana Merapi.

“Secara umum, kegiatan tim Akbara mem-back up layanan yang dikoordinasikan pusat pengendali operasi Posko Tanggap Bencana Merapi di Magelang sebagai leading sector. Kalau status Merapi ditingkatkan dan kondisi di lapangan membutuhkan dukungan bantuan tambahan, di kampus Akbara sudah disiapkan personel untuk back up sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Menyinggung pengiriman mahasiswa ke daerah bencana, Panji, menyatakan, para mahasiswa Akbara yang disiapkan dalam manajemen penanggulangan bencana dikirim dengan misi pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Mereka dilibatkan dalam kegiatan di daerah bencana, untuk belajar secara langsung mengelola penanggulangan bencana yang sebenarnya.

“Para mahasiswa didampingi dosen yang berpengalaman dalam pengelolaan penanggulangan bencana di daerah bencana besar, seperti di Aceh. Pengiriman mahasiswa tidak mendadak saat kondisi darurat, tapi dilakukan sejak dini untuk mengenal kondisi lapangan yang sebenarnya. Kalau pengiriman mahasiswa yang belum berpengalaman saat kondisi darurat sangat berisiko,” jelasnya.

Panji Ardana menambahkan, pengiriman tim gabungan mahasiswa dan dosen Akbara ke daerah bencana Gunung Merapi dilaksanakan dengan sistem rotasi. Para mahasiswa dibekali keterampilan dalam menghadapi berbagai kondisi lapangan, termasuk teknik mempertahankan diri dalam situasi darurat. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kampanye Pilkada di Kec. Cileunyi, 3 Paslon Lakukan Pelanggaran

Sel Nov 17 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Pada tahapan masa kampanye Pilkada Kabupatèn Bandung, di Kecamatan Cileunyi, ketiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Bandung telah melanggar aturan kampanye. Demikian dikatakan Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Cileunyi, Kabupatèn Bandung, Novi Rizal Umam, ketika ditemui VISI.NEWS di Sekretariat Panwaslu Kec. Cileunyi di Kompleks […]