AL ARABIYA : Indonesia Memperkirakan Peningkatan Infeksi Covid-19 Meskipun Pembatasan Lebih Ketat

Editor Pelepasan jenazah dr. Ade Barsya dari RSUD Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang meninggal Senin (28/6/2021) pukul 01.20 WIB akibat Covid-19. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Indonesia memperkirakan infeksi Covid-19 akan terus meningkat hingga dua minggu sebelum pembatasan yang diberlakukan pada hari Sabtu pada lebih dari 100 juta orang mulai mengurangi kasus, kata seorang menteri pemerintah.

Saat memerangi salah satu wabah virus corona terburuk di Asia, ditulis Al Arabiya, Sabtu (3/7/2021), negara terpadat keempat di dunia itu mencatat rekor infeksi baru dalam delapan dari 12 hari terakhir, dengan Jumat membawa 25.830 kasus dan rekor 539 kematian.

Pembatasan hari Sabtu di pulau Jawa dan Bali – dari pemeriksaan perjalanan yang lebih ketat hingga larangan makan di restoran, olahraga di luar ruangan dan penutupan tempat kerja yang tidak penting – akan berjalan hingga 20 Juli, tetapi dapat diperpanjang, jika perlu, untuk menurunkan infeksi harian 10.000.

“Dalam 10 hari ke depan, menurut saya mungkin dua minggu, kasus dapat terus meningkat” karena infeksi sebelum pembatasan dilakukan sekarang dalam masa inkubasi, kata Luhut Pandjaitan, seorang menteri senior yang mengawasi tanggapan pemerintah terhadap Covid-19.

“Dua minggu ini adalah waktu yang kritis bagi kami,” katanya.

Polisi memblokir jalan dan lebih dari 400 pos pemeriksaan di seluruh Jawa, pulau terpadat di kepulauan itu, dan pulau resor Bali untuk memastikan orang tetap di rumah, dengan lebih dari 21.000 petugas dikerahkan untuk menegakkan pembatasan dan membantu pengujian virus corona secara acak.

Namun, pelancong yang divaksinasi dengan tes swab negatif akan diizinkan untuk melakukan perjalanan jarak jauh.

Lalu lintas dan jalur komuter di ibu kota Jakarta dan di Jawa Barat jauh lebih ringan dari biasanya pada hari Sabtu, tetapi beberapa warga masih melanggar trotoar untuk jogging dan bersepeda, meskipun jalan utama ditutup.

Baca Juga :  Ahmad Sambut Baik Progres Berbagai Proyek Di Jabar

Warga Jakarta, Clement, 45, yang sedang berjalan-jalan bersama istrinya, mengatakan kepada Reuters bahwa dia tidak setuju dengan pembatasan tersebut, meskipun dia telah kehilangan seorang teman karena penyakit pernapasan.

“Kami tahu itu berbahaya, tapi setidaknya jika kami ingin pergi ke mal, atau ke suatu tempat, kami harus menunjukkan vaksin (sertifikat) kami dan mungkin antigen (hasil tes),” katanya.

Varian Delta yang sangat menular, pertama kali diidentifikasi di India di mana ia menyebabkan lonjakan infeksi, menyebar di Indonesia dan mendorong rumah sakit di seluruh Jawa ke kebanjiran pasien.

Dengan fasilitas medis yang mendekati kapasitas, permintaan oksigen dan obat-obatan untuk banyak orang yang diisolasi di rumah telah melonjak, mendorong kenaikan harga eceran di apotek dan pasar online.

Kementerian Kesehatan telah membatasi harga obat-obatan seperti Favipiravir, Remdesivir dan Ivermectin, kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Pihak berwenang juga berusaha mempercepat upaya vaksinasi mereka di daerah-daerah dengan wabah terburuk. Kampanye inokulasinya telah mencakup hanya 7,6 persen dari 181,5 juta orang yang ditargetkan untuk ditembak pada Januari mendatang.

Jakarta akhir pekan ini meluncurkan vaksinasi massal di stadion sepak bola untuk anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun, yang bertujuan untuk menyuntikkan lebih dari 20.000.

Indonesia akan menerima vaksin yang disumbangkan oleh negara asing. Hingga saat ini, ia mengandalkan vaksin dari Biotech Sinovac China.

Penghitungan infeksi di Indonesia mencapai 2,2 juta, dengan jumlah kematian lebih dari 59.500.@mpa/alarabiya.net

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Bandung Bersama Forkopimda Monitoring PPKM Darurat

Sab Jul 3 , 2021
Silahkan bagikan Kang DS, “Optimalkan satgas tingkat RT” VISI.NEWS – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, menyambut Wakil Gubernur (Wagub) Uu Ruzhanul Ulum beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat, saat melakukan monitoring penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di pintu Tol Soreang, Sabtu (3/7/2021). Dalam penerapan PPKM […]