VISI.NEWS|BANDUNG -AC Milan kembali dihadapkan pada persoalan lama yang kini berubah menjadi perhatian serius. Ketergantungan tinggi terhadap Alexis Saelemaekers di sektor kanan membuat manajemen mulai memikirkan langkah antisipatif, terutama setelah kondisi fisik sang pemain mulai menjadi sorotan.
Peran Saelemaekers musim ini semakin krusial. Ia nyaris tak tergantikan dalam skema permainan Massimiliano Allegri. Namun, padatnya jadwal dan tuntutan fisik yang tinggi memunculkan risiko yang tak bisa diabaikan oleh Rossoneri.
Situasi tersebut terasa usai laga melawan Lecce, ketika Saelemaekers terlihat mengalami masalah pada paha kiri. Keterbatasan opsi pelapis membuat Milan kembali membuka pembahasan soal bursa transfer musim dingin.
Seorang sumber klub mengakui kebutuhan tersebut. “Kami tidak bisa bergantung pada satu pemain untuk seluruh musim. Kedalaman skuad sangat menentukan,” ujarnya.
Dalam kondisi itu, nama Brooke Norton-Cuffy mulai mencuat ke permukaan. Bek Genoa berusia 22 tahun tersebut dinilai memiliki profil yang cocok sebagai pesaing Saelemaekers. Laporan di Italia menyebut Milan telah lama memantau perkembangannya dan kini ketertarikan itu kembali menguat.
Pihak Genoa menyadari meningkatnya perhatian terhadap pemainnya. “Brooke berkembang pesat dan menunjukkan konsistensi. Wajar jika klub besar mulai meliriknya,” kata seorang perwakilan klub.
Milan disebut tidak ingin gegabah. Manajemen memilih menunggu hingga mendekati penutupan bursa untuk mengevaluasi perkembangan kondisi Saelemaekers serta membuka ruang negosiasi yang lebih realistis.
Norton-Cuffy sendiri memiliki perjalanan karier yang menarik. Lahir di Pimlico, Inggris, ia sempat menimba ilmu di akademi Chelsea sebelum menemukan fondasi permainan di Arsenal. Ia mencicipi tim utama Arsenal pada 2021, meski lebih banyak ditempa lewat masa peminjaman di sejumlah klub Inggris.
Stabilitas karier baru ia rasakan saat bergabung dengan Genoa pada musim panas 2024. Hingga kini, ia telah mencatatkan 35 penampilan di semua kompetisi dan terikat kontrak hingga 2029.
Kemampuan bermain di beberapa posisi menjadi daya tarik tersendiri. Selain bek kanan, Norton-Cuffy juga bisa beroperasi sebagai gelandang kanan atau bek tengah. Fleksibilitas ini dianggap sejalan dengan kebutuhan Allegri yang kerap mengandalkan adaptasi taktik.
“Pemain yang bisa bermain di beberapa posisi selalu memberi solusi,” ujar Allegri singkat ketika ditanya soal kebutuhan tim.
Bagi Milan, langkah mencari pesaing Saelemaekers bukan sekadar soal rotasi, tetapi upaya mencegah tragedi ketimpangan skuad di fase krusial musim. Keputusan akhir kini tinggal menunggu waktu.@fajar












