Alasan DKM di Bekasi Larang Jemaah Bermasker: Usir Corona dengan Doa

Editor :
Kapolsek Medansatria Kompol Agus Rohmat (kiri) memediasi jemaah dan pengurus DKM Masjid Jami Al Amanah yang melarang penggunaan masker di dalam masjid, Selasa, 27‎ April 2021./istimewa/via beritasatu.com

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – DKM Masjid Al Amanah di Kampung Apit, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengakui sempat melarang jemaah menggunakan masker.

Ketua DKM Masjid Al Amanah Abdul Rahman mengatakan salah satu cara mengusir virus corona itu adalah berdoa.

“Ngusir corona dengan doa. Doa ini bukan hanya pengusiran, tapi perangkulan. Siapa yang dirangkul? Sang Pencipta, makanya aku kuat untuk mengatakan tidak bermasker. Tapi kan pengertian orang dan keyakinan orang berbeda-beda,” ujar Abdul Rohman saat ditemui di Masjid Al Amanah, Senin (3/5/2021), seperti dilansir detik.com.

Meski demikian, dia enggan menjelaskan alasan lebih detail DKM Masjid Al Amanah melarang jemaah menggunakan masker. Menurutnya, itu hanya akan membuka luka lama.

“Membuka yang kemarin nggak nih,” katanya.

Abdul Rahman pun kini menyadari pelarangan masker di dalam masjid tidak bisa diterapkan sepenuhnya. Sebab, keyakinan setiap orang dalam menggunakan masker di masa pandemi berbeda-beda.

“Keyakinan orang beda-beda termasuk dengan orang keyakinan itu meyakini doa itu memang ada, mustajab dan bisa buat seluruh doa dia akui. Kenapa? ‘Pak, saya berobat di berbagai dokter, saya sakit ini’ kata si Roni, bla-bla-bla… ‘sembuh-sembuhnya saya minta doa dari guru saya, doain alhamdulillah sampai sekarang saya nggak berobat lagi, kalau kumat saya minta airnya’. Berarti lu percaya kan kedahsyatan doa. Nah Al Amanah ini adalah mengusir corona dengan doa,” katanya sambil menirukan ucapan jemaah yang menjadi korban larangan penggunaan masker.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyesalkan peristiwa pengusiran jemaah bermasker di masjid di Bekasi. Tri berharap kejadian seperti ini tidak terulang.

“Sangat disayangkan ini terjadi, yang seharusnya prokes diketatkan namun kebalikan. Untuk kasus ini, sudah terima laporan dari kapolsek bahwa masalah ini sudah diselesaikan dengan damai, dan musyawarah,” ujar Tri melalui akun Twitternya, @mas_triadhianto, seperti dilihat, Senin (3/5).

Baca Juga :  Teh Nia Tergetkan Sentra Konveksi Kab Bandung

Tri memastikan seluruh warga berhak melakukan ibadah tanpa perbedaan di masjid. Dia juga berharap kejadian seperti ini tidak terulang.

“Setiap masjid adalah rumah bagi siapa pun, terlebih bagi jemaah yang datang untuk beribadah. Semoga tidak ada lagi kejadian serupa, kita semua wajib untuk saling mengingatkan di tengah pandemi. Adapun dalam mengingatkan harus tetap mengedepankan adab dan kelembutan,” kata Tri. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PSSI Pusatkan Gelaran Liga 1 di Pulau Jawa dan Pakai Sistem Gelembung

Sel Mei 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dengan masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia, PSSI memiliki wacana untuk menggelar Liga 1 dengan sistem gelembung. Layaknya di beberapa negara Asia lainnya, PSSI akan memusatkan pertandingan di Pulau Jawa. Hal ini diungkapkan oleh Ketum PSSI, Mochamad Iriawan yang meyebut fasilitas di Pulau Jawa lebih lengkap dan […]