Alhamdulillah, Enam Santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Takhassus Tegal Hafal 30 Juz

Editor Para santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Takhassus Tegal yang telah hafal 30 Juz Al Qur'an. /visi.news/istimewa
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | TEGAL – MasyaAllah tabarakallah, kabar menggembirakan datang dari Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Takhassus Tegal. Pasalnya ada enam santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an pada akhir bulan November lalu.

Ustadz Rizki Ramadhan selaku pengasuh pesantren, Kamis (22/12/2022), mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur karena santri-santrinya fokus belajar sehingga bisa menghafal Al Qur’an. “Alhamdulilah enam santri putri kami sudah khatam hafalan 30 juz, semoga ini bisa menjadi motivasi juga untuk santri yang lain dan enam santri kami dan yang lainnya selalu diistiqomahkan untuk murajaah,” ungkapnya.

Keenamnya, katanya, merupakan santri kelas 11 Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Takhassus Tegal, yakni Salwa Rahayu Ningsih, Hana Isyaha, Novita Permatasari, Aisyah Auralya, Idza Zulfa, dan Mumtazatun Najwa.

Di antara enam santri tersebut ada juga santri asal Cirebon, tepatnya di daerah Mundu Pesisir yang bernama Salwa Rahayu Ningsih (16) atau kerap kali dipanggil Awa. Anak ketiga dari empat bersaudara ini adalah satu-satunya penghafal Al-Qur’an di keluarganya. Awa begitu bangga dengan pencapaiannya itu, karena hal tersebut akan dijadikannya bekal untuk mengabdi kepada masyarakat sekitar yang belum mengenal Al-Qur’an.

Awa mengungkapkan motivasi utamanya untuk menjadi seorang penghafal Qur’an memang karena keluarga, agar Awa bisa menjadi penerang bagi keluarganya. “Setidaknya kalau aku tidak bisa membahagiakan orangtuaku dunia, insya Allah melalui hafalan aku ini, orangtuaku bisa bangga dan bahagia diakhirat karena persembahan mahkota dari seorang anak penghafal Qur’an, aamiin, semoga aku bisa istiqomah menjaganya” tambahnya.@m alfa fadillah

Baca Juga :  Jelang Laga Persahabatan Persib vs Sleman, Luis Milla : Pertandingan Serius Untuk Menyambut Liga

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

REFLEKSI | Manusia Tangguh

Kam Des 22 , 2022
Silahkan bagikanOleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn. MENJADI manusia tangguh itu tidak diajarkan dalam bangku-bangku sekolah formal. Ketangguhan datang dari adanya faktor desakan, dan kebutuhan, itupun jika terpikirkan, dan kita mau bergerak, berikhtiar, serta memperjuangkannya. Jika tidak ada ikhtiar, tak akan ada yang kita dapat ! Dan tak mungkin ada perubahan […]