VISI.NEWS – Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, memaparkan inovasi berupa pemetaan zona rawan untuk memperkuat pengawasan dilapangan oleh jajarannya. Ini salah satu upaya upaya untuk memitigasi resiko wilayah-wilayah yang selama ini menjadi entry points dari pangan dan komoditas pertanian ilegal masuk ke wilayah kita.
“Pemasukan pangan atau komoditas illegal atau tidak adanya jaminan pemenuhan aspek kesehatan dan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Dan ini dapat berdampak negatif dalam upaya Kementerian Pertanian dalam membangun swasembada pangan,” katanya usai acara sambutan Mentan di Lembang, Senen (16/6/2020).
Di kegiatan itu, lanjutnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo memberikan penghargaan atas dukungan operasional kepada Laksda TNI Didik Setiyono sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari sebagai Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat dan Irjen Pol Drs. Erry Rudolf Nahak sebagai Asisten Kapolri Bidang Operasi.
Ali menambahkan, kebersamaan yang terjalin diharapkan bisa lebih ditingkatkan lagi guna menghindari masuknya barang yang diragukan sterilisasi dan higienisnya. Karena bisa saja barang yang masuk tersebut bisa sangat berbahaya bagi rakyat Indonesia.
“Apa yang terbaik bagi rakyat, maka itu yang akan menjadi prioritas bagi kami,” ujarnya
Usai memberikan pengarahan, Mentan Syahrul juga bersama Gubernur Jawa Barat, Pangdam III Siliwangi dan Kapolda Jabar menyaksikan secara daring patroli gabungan Kementan bersama pihak TNI dan POLRI di laut, darat dan penyeberangan serta pemusnahan komoditas pertanian impor ilegal dan berbahaya. @qia.