VISI.NEWS | BANDUNG – Komandan Pusdikjas Disjasad Kolonel Inf. Andri Amijaya Kusumah, S.Sos., M.H., M.Han., merasa sangat terhormat bisa turut serta dalam menyukseskan acara Reuni Akbar SMAN Cimindi-13 Bandung yang puncaknya akan digelar di Pusdikjas Kota Cimahi pada 16 November 2025. “Sebuah kehormatan bagi saya bisa ikut menyukseskannya dan kegiatan hari ini, penanaman pohon, merupakan pre-event yang memberikan manfaat alam dalam menjaga ekosistem,” Tuturnya saat menghadiri acara penanaman pohon yang digelar panitia Reuni Akbar di Bukit Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Minggu (2/11/2025).
Andri, yang berasal dari keluarga seniman besar Bandung, juga mengungkapkan bahwa banyak kalangan TNI yang merasa nyaman berinteraksi dengan teman-teman sipil. “Demikian juga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Beliau adalah orang yang sering terlihat merasa nyaman bergaul dengan teman-teman sipilnya, seperti dengan teman-teman alumninya ini,” ungkap Andri, yang hadir didampingi oleh Letkol Inf. Oo Suharto. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto adalah lulusan SMAN Cimindi 1986, yang sangat mendukung terselenggaranya reuni akbar sekolah tersebut tahun ini.



Ketua Pelaksana Reuni Akbar SMAN Cimindi-13 Bandung, Beta Pratista mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Komandan Pusdikjas atas dukungannya yang luar biasa dalam pelaksanaan acara. “Kami sangat beruntung memiliki mitra kerja seperti Kolonel Andri Amijaya. Beliau komunikatif dan lugas, sehingga meskipun program ini harus dilaksanakan dengan cepat, semuanya berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Acara penanaman pohon ini sendiri dimaksudkan untuk menjadi sebuah monumen bersejarah bagi seluruh alumni SMAN Cimindi-13 Bandung. “Nama SMAN Cimindi, tempat kami bersekolah dulu, sekarang sudah tidak ada, diganti menjadi SMAN 13 Bandung. Tentu kami ingin mengabadikan keberadaannya melalui penanaman pohon ini, agar nama SMAN Cimindi tetap terjaga dan abadi,” jelas Beta.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, Beta juga menjelaskan bahwa penanaman pohon dilakukan di dua lokasi, yakni di Taman Burung Gunung Masigit Kareumbi (TBGMK) dengan penanaman 200 pohon pada 26 Oktober 2025, dan di Bukit Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung pada 2 November 2025, dengan penanaman 300 pohon alpukat dari Magelang Jawa Tengah. Pohon alpukat tersebut diharapkan bisa bertahan hingga 40-50 tahun.
“Seperti yang kami rencanakan, pohon-pohon yang kami tanam di TBMK adalah jenis yang bisa bertahan lama, sekitar 100 hingga 150 tahun. Sementara itu, di Ciburial, kami memilih pohon alpukat yang juga bisa bertahan puluhan tahun, sehingga kami harap nama SMAN Cimindi akan tetap abadi,” ujar Beta menjelaskan.
SMAN Cimindi Bandung pada awalnya merupakan filial atau kelas jauh dari SMAN 7 Bandung, yang didirikan untuk menampung siswa yang tidak terakomodasi di sekolah negeri reguler. Terletak di Jalan Cibeureum – Cimindi, sekolah ini menjadi rumah bagi banyak siswa dari keluarga tentara yang bertugas di Kota Cimahi, sehingga banyak alumni sekolah ini yang menjadi jenderal di berbagai angkatan militer maupun kepolisian.
Seiring dengan berjalannya waktu, SMA Negeri Cimindi mengalami beberapa perubahan, baik nama maupun lokasi. Pada tahun 1997, SMAN Cimindi berubah nama menjadi SMU Negeri 13 Bandung berdasarkan SK Mendikbud No. 035/0/1997, yang mengikuti kebijakan nomenklatur baru pada sistem pendidikan di Indonesia.
Perubahan nama ini juga menyertakan perubahan status administratif sekolah, dari yang awalnya berada di wilayah Cimahi, menjadi bagian dari Kecamatan Andir Kota Bandung. Nama SMAN 13 Bandung diubah setelah adanya perluasan wilayah pada tahun 1997, seiring dengan perubahan batas administratif yang menyebabkan perluasan kawasan Kota Bandung.
Setelah reformasi daerah pada tahun 1999, dan diberlakukannya Kurikulum 2004/KBK, SMA Negeri 13 Bandung kembali menjadi SMA, menggantikan status sebelumnya yang sempat berstatus SMU. Perubahan ini juga merupakan bagian dari penyesuaian dengan struktur pendidikan nasional yang baru pada waktu itu.
Sebagai bagian dari perayaan Reuni Akbar SMAN Cimindi-13 Bandung, acara penanaman pohon ini tidak hanya mengingatkan akan sejarah panjang sekolah tersebut, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan bagi generasi alumni yang telah berjasa dan berkontribusi pada kemajuan bangsa. Dengan demikian, penanaman pohon menjadi simbol pengabdian dan kebersamaan bagi seluruh alumni SMAN Cimindi-13 Bandung.
Acara yang berlangsung di dua lokasi tersebut juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam. Dengan berbagai pohon yang ditanam, diharapkan ekosistem di sekitar lokasi acara dapat terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang.
Melalui acara seperti ini, Beta berharap bahwa kegiatan reuni yang akan digelar pada 16 November nanti tidak hanya akan menjadi ajang temu kangen bagi para alumni, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antar alumni SMAN Cimindi-13 Bandung. “Sampai hari ini hasil verifikasi pendaftar sudah lebih dari 3.500 lebih, mungkin bisa mencapai 4.000 alumni yang sudah daftar. Reuni Akbar tahun ini memang bagusnya jangan dilewatkan, karena ini kesempatan besar yang memang disiapkan dengan sungguh-sungguh oleh semua panitia dari berbagai angkatan,” pungkas Beta.
@aepsa