VISI.NEWS | JAKARTA – Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menginstruksikan seluruh pemegang stok pangan untuk segera melepas pasokan ke pasar. Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Amran memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum hari raya untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan stoknya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada yang menaikkan, aku cabut izinnya,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Sabtu (22/3/2026).
Menurut Amran, saat ini Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas pangan utama, di antaranya beras, gula, cabai, jagung, minyak goreng, daging dan telur ayam, serta bawang merah. Ia menegaskan bahwa kendali harga adalah instruksi langsung dari pimpinan negara.
“Sesuai arahan Bapak Presiden sejak sebelum Ramadan harga pangan tidak boleh naik berlebihan. Ini yang kami jaga,” kata Amran.
Pemerintah telah menjalankan berbagai program intervensi untuk menekan gejolak harga di lapangan. Hingga Kamis (19/3/2026), realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai 42,3 ribu ton dari target tahunan sebesar 828 ribu ton.
Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) telah dilaksanakan sebanyak 789 kali di 24 provinsi sepanjang bulan Maret. Untuk komoditas protein, pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta menyediakan daging ayam beku berkualitas premium di lebih dari 1.200 gerai hingga sehari sebelum lebaran. Kolaborasi serupa juga dilakukan dengan BUMN untuk menyediakan daging sapi dan kerbau dengan harga terjangkau.
Upaya pengendalian pangan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kemandirian pangan sebagai esensi kedaulatan bangsa. Meski situasi geopolitik global tengah memanas akibat perang di Timur Tengah, Presiden menilai kondisi pangan domestik masih sangat terjaga.
“Dengan (adanya) perang (Timur Tengah), (kemungkinan) harga pangan bisa naik. Tapi saya mau tanya, ini bulan Ramadan harga pangan (di dalam negeri) terkendali atau tidak? I think we are doing a good job,” tutur Presiden dalam sebuah diskusi publik baru-baru ini.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau ketersediaan stok hingga pasca-lebaran guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi tanpa adanya lonjakan harga yang memberatkan. @ffr