Search
Close this search box.

Ancaman Bom Bayangi Nataru Malaysia

Ilustrasi. /net

Bagikan :

VISI.NEWS | KUALALUMPUR – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, aparat keamanan Malaysia dikejutkan dengan temuan dugaan ancaman bom di sebuah kawasan permukiman di Negeri Sembilan. Polisi menemukan tiga benda yang diyakini sebagai improvised explosive devices (IED) di sebuah unit apartemen Desa Palma, Nilai, setelah menerima laporan adanya ledakan pada Senin (22/12/2025). Demikian dikutip dari The Straits Times, Singapura.

Kepala Kepolisian Negeri Sembilan, Deputi Komisaris Alzafny Ahmad, mengatakan laporan awal diterima sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Informasi tersebut menyebutkan adanya suara ledakan disertai paku-paku yang berserakan di area parkir apartemen, memicu kepanikan singkat di kalangan warga sekitar.

“Tim polisi segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan saksi, ledakan diduga berasal dari sebuah mobil yang terparkir di area apartemen,” ujar Alzafny dalam pernyataan resminya. Polisi kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

Hasil penggeledahan mengarah ke salah satu unit apartemen, tempat polisi menemukan tiga benda yang diduga sebagai IED. Selain itu, aparat juga menemukan sejumlah komponen lain yang berpotensi digunakan untuk merakit bahan peledak, memperkuat dugaan bahwa ledakan tersebut tidak bersifat kebetulan.

Alzafny menegaskan, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum demi kelancaran penyidikan.

“Setiap informasi dari masyarakat sangat kami harapkan untuk membantu penyelidikan. Namun kami meminta publik tidak menyebarkan spekulasi yang dapat mengganggu proses hukum,” tegasnya. Kasus ini diselidiki berdasarkan Undang-Undang Bahan Korosif dan Peledak 1958 serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia terkait perbuatan merusak dengan bahan peledak.

Baca Juga :  PWI Kabupaten Bandung dan Diskominfo Perkuat Sinergi Lewat Konsolidasi

Insiden di Negeri Sembilan ini terjadi di tengah sorotan terhadap rangkaian kasus serupa dalam beberapa waktu terakhir. Pekan lalu, seorang pelayan restoran tewas akibat ledakan bom rakitan di Pandan Indah, Selangor, setelah memeriksa sebuah paket mencurigakan yang diletakkan di atas mobilnya.

Terkait kasus Selangor tersebut, kepolisian Malaysia menahan sepasang suami istri berusia 33 dan 30 tahun selama tujuh hari untuk membantu penyelidikan. Keduanya ditangkap di negara bagian Kedah dan dibawa ke Pengadilan Magistrat Ampang guna mendapatkan izin penahanan. Polisi menduga motif kecemburuan menjadi latar belakang serangan tersebut.

Laporan media setempat menyebutkan, bahan-bahan peledak yang digunakan dalam beberapa kasus diduga dirakit secara sederhana dengan memanfaatkan komponen sehari-hari, serta pengetahuan yang diperoleh dari media sosial. Hal ini menambah kekhawatiran aparat akan potensi penyalahgunaan informasi digital.

Rangkaian temuan ini membuat aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan nasional, khususnya menjelang libur panjang akhir tahun. Polisi memastikan pengamanan akan diperketat di kawasan publik dan permukiman, sembari mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika menemukan benda atau aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :