Andy Azisi : PKS Tak Ada Kaitan dengan Wahabi

Editor Politikus PKS Andy Azisi Amin. /visi.news/kbanews
Silahkan bagikan
  • Sebelumnya Ketua DPW PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim, menantang Gus Miftah untuk melakukan debat terbuka.#kbanews

VISI.NEWS | JAKARTA  – Miftah Maulana Habiburrahman atau yang kerap disapa Gus Miftah disebut telah menyebarkan fitnah. Karena pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka itu menuduh PKS identik dengan Wahabi tanpa berdasarkan fakta.

“Kita kalau nuduh siapa pun, harus bisa menghadirkan fakta. Tidak elok lah memfitnah sesama muslim,” jelas politikus PKS Andy Azisi Amin kepada KBA News Kamis (18/1/2024).

Karena PKS, lanjutnya, tidak ada kaitan dengan Wahabi. Apalagi, dia menjelaskan, PKS konsisten melaksanakan kegiatan-kegiatan atau amalan yang ditolak Wahabi. Seperti Maulid Nabi atau peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Dari pertama PKS didirikan, Maulid Nabi diadakan sampai hari ini. Mulai dari tingkat DPP, DPW sampai sampai tingkat DPC bahkan DPRa (ranting). Posko saya juga mengadakan Maulid Nabi,” kata caleg DPRD Provinsi DKI Jakarta nomor urut 2 dari dapil 4 yang meliputi Matraman, Pulogadung, dan Cakung ini..

“Bagaimana ceritanya PKS dituduh Wahabi tapi melaksanakan Maulid Nabi,” lanjutnya.

Selain itu, dia menambahkan, pimpinan tertinggi PKS, yaitu Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri yang menjabat Ketua Majelis Syura PKS juga merupakan seorang habib. “Semua kita tahu habib itu melaksanakan Maulid dan dekat dengan NU,” sambungnya.

Untuk lebih jelasnya lagi, dia mendorong Gus Miftah menerima tantangan Ketua DPW PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim untuk berdebat. Agar semuanya menjadi jelas.

Sebelumnya, Gus Miftah menyebut PKS identik dengan Wahabi ketika memberi ceramah di pengajian akbar yang digelar oleh PWNU Lampung di Lapangan Cipta Karya, Lampung Selatan, pada Jumat, 12 Januari 2024 lalu.

Baca Juga :  Akkopsi Bersama Pemkab Bandung Gelar Kick Off City Sanitation Summit XXI 2023

Pengajian ini dihadiri oleh Ketum Muslimat NU sekaligus Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketum PAN sekaligus Mendag Zulfikli Hasan, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Dalam ceramah di depan ibu-ibu Muslimat NU, Gus Miftah menyitir penggalan surat Al-An’am ayat 48, yang artinya “Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan.”

Berdasar ayat itu, dia menjelaskan cara/metode dakwah ada dua. Yaitu menyenangkan dan menakut-nakuti/memperingatkan. Dia menyebut dakwah Wahabi acap kali menakut-nakuti masyarakat dan Wahabi identik dengan PKS.

“(Dakwah) Menyenangkan itu NU. Yang sukanya menakut nakuti Wahabi. Wahabi itu di Indonesia identik dengan PKS. Makanya saya tidak yakin, kalau orang NU bisa maju bareng dengan PKS,” paparnya.

“Iki (Ini) ngomong soal ibadah, antara Wahabi dan ahlussunnah wal jamaah. Aku ra (tidak) ngomong capres,” ujar Gus Miftah disambut tawa hadirin.

Atas penjelasan itu, Ketua DPW PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim, menilai Gus Miftah ngawur. Karena cara Gus Miftah menerjemahkan ayat tersebut tidak benar, dan mentafsirkannya juga tidak komprehensif.

Karena itu dia menantang Gus Miftah berdebat dengan mengacu pada kitab tafsir Ahlussunnah Wal Jamaah untuk mengetahui bagaimana menafsirkan dan menjelaskan ayat tersebut dengan benar.

Debat dilakukan secara terbuka di hadapan para ulama Lampung dan Gubernur Lampung seperti ketika Gus Miftah melemparkan tuduhannya tersebut.

“Mari kita ngaji bareng. Gus Miftah yang salah atau saya yang salah memahami. Karena PKS tidak seperti itu. Ini tantangan saya untuk Gus Miftah. Mudah-mudahan segera dijawab,” ucapnya dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya @mas.mufti.

@mpa/kba

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Meski Banyak Bencana, Kadishub, "Sampai saat ini belum ada laporan PJU mati akibat tersambar petir"

Kam Jan 18 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ku mencatat, hingga 13 Januari 2024 ada 13 kecamatan dan 25 desa yang terdampak akihat bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, dan kilatan-kilatan petir. Akibatnya, sebanyak 18.184 KK (kepala keluarga) atau sekitar 42.339 jiwa yang […]