Anggota DPRD Kab. Bandung ini Tak Setuju Pengurangan Pemilih di TPS

Anggota DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Gerindra, H. Tatang Sudrajat./visi.news/ki agus.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Gerindra, H. Tatang Sudrajat, menyatakan tidak setuju dengan rencana KPU untuk mengurangi jumlah pemilih di acara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) nanti.

Walaupun merupakan upaya penerapan protokol kesehatan, menurutnya, tidak harus hak masyarakat dihalangi dengan mengurangi jumlah hak suara. Apalagi dari 800 orang hak pemilih dijadikan 500 orang pemilih. Jelas itu akan sangat berpengaruh sekali dalam perolehan suara bagi para calon kepala daerah.

“Jumlah 300 orang itu bukan sedikit, dan itu harus menjadi pemikiran bersama agar pelaksana Pemilukada bisa sesuai dengan harapan,” katanya di ruang fraksi kepada VISI.NEWS, Senin (15/6/2020).

Kalau perlu, imbuh Tatang, perpanjang durasi pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Bila sebelumnya batas waktu sampai pukul 14.00 WIB, menjadi pukul 17.00 WIB supaya warga pemilih bisa menyampaikan haknya.

Dengan penerapan protokol kesehatan yang baik, lanjutnya, bisa tercipta pemilihan umum yang kondusif. Termasuk dalam memakai Alat Perlindungan Diri (APD), melakukan himbauan pemerintah untuk mengatur zona distancing, social distancing, dan physical distancing. Maka tidak ada halangan bagi masyarakat untuk memilih.

“Itu tugas KPU untuk melaksanakan protokol kesehatan dan menjaga keadaan agar bisa aman nyaman terkendali,” ujarnya.

Tatang kwatir, dengan kebijakan mengurangi jumlah pemilih di TPS dari 800 orang menjadi 500 orang akan berdampak pada ketidak percayaan masyarakat. Hal itu semestinya harus segera diantisipasi sebagai bentuk kemungkinan terjadinya permasalahan yang komplek. @qia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tak Diberi Uang, Anak Todongkan Pisau ke Perut Ibu Kandungnya

Sen Jun 15 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Hanya gara-gara tidak dikasih uang oleh ibunya, seorang pria di Kabupaten Musirawas terpaksa ditangkap polisi karena diduga mengancam hendak membunuh ibunya. Depri Ariansyah (25) warga Dusun Ini, Desa Lubukrumbai, Kecamatan Tuahnegeri, Kabupaten Musirawas, Jumat (12/6) sekitar pukul 21.00 WIB, ditangkap aparat karena diduga mengancam hendak membunuh […]