Angin Puting Beliung Merusak Puluhan Rumah dan Cafe di Ciparay

Editor Atap Cafe Teras39 yang ambruk akibat angin puting beliung pada Sabtu (23/12/2023) sore. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | CIPARAY – Bencana alam angin puting beliung kembali melanda wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kali ini, angin kencang berputar itu merusak puluhan rumah dan beberapa cafe di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Sabtu (23/12/2023) sore.

Menurut Kepala Desa Cineulang, Asep Suryana, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Ia mengatakan, angin puting beliung muncul secara tiba-tiba dan hanya berlangsung selama kurang dari lima menit.

“Angin puting beliung ini datangnya cepat sekali, tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Hanya ada hujan lebat, lalu tiba-tiba ada suara gemuruh dan angin kencang. Waktu itu saya sedang di cafe, saya lihat atap cafe saya terbang, saya kaget sekali,” kata Asep, Sabtu (23/12/2023) malam.

Asep mengatakan, angin puting beliung melintasi sebagian besar wilayah Desa Cineulang, yang berpenduduk sekitar 12.000 jiwa. Ia memperkirakan, ada sekitar 60 rumah dan sedikitnya 5 cafe yang rusak akibat bencana alam tersebut.

“Kerusakan rumah dan cafe ada yang ringan, ada yang berat. Ada yang atapnya terbang, ada yang dindingnya roboh, ada yang pohon tumbang menimpa rumah atau cafe. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, hanya ada beberapa orang yang luka-luka ringan,” ujarnya.

Asep menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung untuk mendapatkan bantuan. Ia berharap, bantuan dapat segera disalurkan kepada warga dan pengusaha yang terdampak.

“Kami sudah laporkan ke BPBD, mereka sudah datang kemarin untuk melakukan pendataan dan penilaian kerusakan. Kami minta bantuan berupa terpal, sembako, dan peralatan lainnya. Kami juga minta bantuan untuk membersihkan puing-puing dan mengevakuasi pohon yang tumbang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Suska mengatakan, pihaknya telah menyiapkan bantuan untuk warga Desa Cineulang yang terdampak bencana tersebut. Ia mengatakan, bantuan akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kerusakan yang dialami oleh warga.

Baca Juga :  Belajar dari Wafatnya Asih, Yana Minta Seluruh Faskes Sigap

“Kami bersama warga sudah siapkan melakukan upaya darurat yang dibutuhkan. Kami juga akan bantu membersihkan lokasi dan mengevakuasi pohon yang tumbang,” katanya

Uka menjelaskan, angin puting beliung merupakan fenomena alam yang sulit diprediksi. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat cuaca ekstrem.

“Angin puting beliung ini biasanya terjadi pada musim pancaroba, saat ada perubahan sistem cuaca. Tapi, tidak semua awan kumulonimbus menyebabkan angin puting beliung. Jadi, ini sulit diprediksi. Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada, jika ada tanda-tanda seperti hujan lebat, angin kencang, dan suara gemuruh, segera cari tempat yang aman,” ucapnya.

Angin puting beliung adalah angin kencang dengan gerakan berputar yang berasal dari awan kumulonimbus. Angin puting beliung memiliki kecepatan lebih dari 64,4 km per jam dengan durasi atau waktu kerjadiannya 5 menit dan terjadi di wilayah yang tidak luas. Angin puting beliung dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan, tanaman, dan infrastruktur lainnya.

@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tan Corp Invest di Merry Riana Education, Ini Alasan yang Diungkapkan Hermanto Tanoko

Ming Des 24 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Merry Riana Education, pusat pengembangan diri untuk anak & remaja yang didirikan oleh Merry Riana, mengumumkan kemitraan strategis dengan Tan Corp, yang didirikan oleh Hermanto Tanoko, seorang konglomerat asal Surabaya. Dalam langkah yang menandai sebuah tonggak bersejarah di dunia pendidikan di Indonesia, Merry Riana Education […]