Angka Kematian Anak Akibat Covid-19 Tinggi, KPAI Nilai PTM Sangat Tidak Aman

Editor Belajar tatap muka./merdeka.com/arie sunaryo/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera menghentikan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah daerah yang positivity ratenya di atas 5 persen. Ini menyikapi naiknya penularan Covid-19 pada anak.

Anggota KPAI Retno Listyarti mengatakan, KPAI juga mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah menunda pembukaan sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022. Sebagaimana yang direncanakan pemerintah, yakni pada 12 Juli 2021.

“Mengingat kasus sangat tinggi dan positivity rate di sejumlah daerah diatas 5 persen, bahkan ada yang mencapai 17 persen. Kondisi ini sangat tidak aman untuk buka sekolah tatap muka,” ujar dia saat dihubungi, Selasa (22/6/2021), dilansir Merdeka.com.

Dia menyampaikan bahwa Satgas Covid-19 mencatat kasus konfirmasi positif secara nasional bertambah 13.737 pada Minggu (20/6). Total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.989.909 kasus. Dari angka tersebut, 12,5 persen yang terinfeksi Covid 19 adalah usia anak.

Adapun angka kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia sudah tertinggi di dunia. Padahal sekolah tatap muka belum mulai dibuka secara serentak. Angka keterisian tempat tidur atau BOR di rumah sakit juga kritis.

BOR di sejumlah provinsi Pulau Jawa berada di atas ambang batas WHO sebesar 60 persen. Seperti Jakarta telah mencapai 84 persen, Jawa Barat 81 persen, Banten 79 persen, Jawa Tengah 79 persen, dan Yogyakarta 74 persen.Sementara di Wisma Atlet, sisa tempat tidur untuk pasien Covid-19 sebanyak 1.352 unit dari total 7.394.

Ada sepuluh (10) provinsi di Indonesia dengan prevalensi tertinggi, per 20 Juni 2021, yaitu DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, D.I Yogjakarta, Bangka Belitung, Bali, Kepulauan Riau, Papua Barat, Riau, dan Sumatra Barat. DKI Jakarta mencatat jumlah tertinggi sebanyak 5.582 kasus.

Baca Juga :  Update Corona 7 Juni: 31.186 Positif, 10.498 Sembuh

KPAI juga mendorong agar kebijakan buka sekolah tatap muka di Indonesia tidak diseragamkan. Misalnya, untuk daerah-daerah dengan positivity ratenya di bawah 5 persen, KPAI mendorong sekolah tatap muka bisa dibuka dengan pemberlakuan prokes/SOP yang ketat.

“Di wilayah-wilayah kepulauan kecil yang sulit sinyal justru kami sarankan dibuka dengan ketentuan yang sama sebagaimana disebutkan Presiden Jokowi, PTM hanya 2 jam, siswa yang hadir hanya 25 persen dan hanya 1-2 kali seminggu,” ujar Retno.

Sesuai Konvensi Hak Anak, lanjut dia, KPAI mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mengutamakan hak hidup nomor 1, hak sehat nomor 2 dan hak pendidikan nomor 3. Kalau anaknya masih sehat dan hidup maka ketertinggalan materi pelajaran masih bisa dikejar.

“Kalau anaknya sudah dipinterin terus sakit dan meninggal, kan sia-sia. Apalagi angka anak Indonesia yg meninggal karena covid-19, menurut data IDAI angkanya sudah tertinggi di dunia,” tegas dia.

KPAI juga mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menyediakan fasilitas ruang NICU dan ICU khusus covid untuk pasien usia anak. Ketiadaan ruang ICU dan NICU di berbagai daerah di Indonesia mengakibatkan pasien usia anak yang positif Covid-19 sulit diselamatkan ketika kondisinya kritis. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

MAUNG BANDUNG: Geoffrey Castillion Segera Gabung Latihan

Sel Jun 22 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Striker Persib, Geoffrey Castillion akan segera bertolak ke Bandung untuk gabung latihan persiapan menyambut Liga 1 2021. Penyerang asal Belanda itu mendarat di Indonesia pada Jumat 18 Juni 2021. Geoffrey Castillion kembali ke pelukan Persib seusai dipinjamkan ke klub Serie C Italia, Como 1907. Masa peminjaman Castillion […]