Angka Penyakit Tidak Menular Masih Tinggi, Dudy : Kita Perlu Membiasakan Jaga Pola Hidup Sehat Termasuk Senam

Editor Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) Haji Dudy Pamuji./visi.news/eko aripyanto.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS |BANDUNG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) Dudy Pamuji mencermati masih tingginya angka penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, sampai osteoporosis.

Menurut politisi Golkar ini, guna menekan angkat penyakit tidak menular ini, pemerintah bersama masyarakat harus memberikan perhatian lebih terhadap upaya preventif untuk pencegahan.

“Penyakit tidak menular ini sekarang justru lebih banyak menyumbang angka kematian, termasuk jumlah kasusnya juga yang begitu mengkhawatirkan, jadi memang perlu perhatian bersama,” katanya.

Upaya preventif dan perlunya perhatian tersebut, harus dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar tidak kemudian angkanya semakin bertambah, hal ini patut menjadi perhatian Pemprov Jabar.

“Pemprov Jabar, harus melakukan upaya-upaya preventif terkait dengan penyakit ini, karena mencegah lebih baik dari mengobati,” sambungnya.

Misal, dengan gerakan menggiatkan senam massal, seperti senam diabetes, senam jantung, sampai senam osteoporosis, yang saat ini dianggap menjadi salah satu upaya pencegahan.

“Memang saat ini senam-senam tersebut sangat populer di masyarakat, namun hanya untuk kalangan masyarakat usia lanjut atau dewasa, padahal anak remaja pun dinilai harus mulai membiasakan diri,” ungkap Dudy.

Untuk itu Anggota Komisi II ini mengajak agar masyarakat berbagai usia dan kalangan, untuk mulai membiasakan diri menjaga pola hidup sehat termasuk menggiatkan senam.

“Selain perlunya kedadaran masyarakat berbagai usia dan kalangan, menggiatkan senam perlu terus disosialisasikan ole Pemprov Jabar melalui Dinas Kesetahan (Dinkes),” ujarnya.

Terakhir, pandemi Covid-19 telah meluluh lantakkan kondisi tubuh masyarakat, ia menyebut ibarat dalam peperangan, setelah habis berperang, dibutuhkan pemulihan yang cukup lama dan harus ditata ulang.

“Kita itu lemah edukasi dan sosialisasi terkait seluruh permasalahan kesehatan, jadi harus gencar kembali dan ini juga harus melibatkan kader-kader di tingkat kelurahan atau desa,” pungkasnya. @eko

Baca Juga :  Banjir Rendam 12 Kecamatan di Kabupaten Bekasi

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Hadiri Kemayoran Bersholawat 2022

Sen Okt 3 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf tokoh Munsyid (habib yang cinta dengan senantiasa melantunkan salawat) yang memiliki suara merdu, dapat menghadiri dan memimpin acara Kemayoran Bersholawat 2022. Acara ini sekaligus Milad (harlah) ke-5 Syekhermania DKI Jakarta di lokasi Monumen Ondel-Ondel Kemayoran Jalan Benyamin Suaeb, Sabtu […]