Apa yang Dimaksud  Wasathiyah? (5)

Editor Ilustrasi./mui.or.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Tujuan syariat untuk mewujudkan kemaslahatan, sebenarnya sama seperti tujuan negara untuk mewujudkan kemaslahatannya. Setiap negara yang sudah mampu mewujudkan kemaslahatan dunia dan akhirat, maka sudah bisa disebut sebagai negara ideal dan negara khilāfah.

Afifuddin menyetujui negara dalam bingkai khilafah yang tidak seperti konsep yang diusung HTI. Khilafah yang disetujui adalah menggunakan konsepnya al-Mawardi, dimana ia mengatakan;
“kepemimpinan/khilafah adalah melanjutkan tugas kenabian, yakni: menjaga agama dan politik dunia….”.

Setiap negara yang kondusif bagi kaum muslim untuk melaksanakan ajaran agamanya serta dijalankan dalam pemerintahan dengan menjamin kesejahteraan dan kemakmuran, maka itu sudah cukup menjadi negara khilafah.

Oleh karena itu, NKRI dengan Pancasila sebagai dasar negaranya, bisa saja menjadi wadahnya khilafah. Posisi sebagai wadah, NKRI tidak ada persoalan, tapi persoalan yang terjadi saat ini lebih berada pada isinya yang belum baik. Cita-cita negara yang menjamin kenegaraan yang adil dan sejahtera, maka Pancasila sudah cocok untuk mewujudkan Islam itu sendiri.

Terdapat beberapa hal yang sering dipertanyakan terkait istilah Islam Wasathiyah ini. Adakalanya mengkritisi pada padanan derivasinya, dan ada pula yang mengkritisi substansi penggunaannya.

Terkait frasa, terdapat istilah yang identik dengan Islam Wasathiyah, yaitu Wasathiyah al-Islam yang mencerminkan sebagai ajaran yang seimbang.

Terkait substansi penggunaannya, sepintas akan menjadi suatu persoalan terkait ungkapan yang termaktub di dalam nash Alquran yang sejatinya adalah Ummatan Wasathan sebagaimana diindikasikan dalam QS: al-Baqarah: 143.

Sedangkan yang justru dijadikan misi perjuangan umat Islam yang moderat adalah istilah Islam Wasathiyah?

Terkait hal ini, Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah MUI menyatakan bahwa untuk membentuk umat yang wasathan tentu diperlukan ajaran sehingga membahas ajaran Islam Wasathiyah dalam rangka merealisasikan hal tersebut, tentu menjadi suatu keniscayaan dan keharusan.

Baca Juga :  Achmad Jufriyanto Gantikan Fabiano Beltrame di Persib

Selain mempersoalkan perihal tersebut, penggunaan istilah Islam Wasathiyah dalam prosesnya juga tidak lepas dari suatu kritik yang menyatakan bahwa penggunaan yang benar adalah Islam Wasathy, dimana kata “Islam” disifati dengan kata Wasathy yang dilengkapi dengan ya’ Nisbah.

Cholil Nafis menyatakan bahwa, penggunaan istilah tersebut terjadi pembuangan kata muannats yang asal mulanya (taqdir) yaitu “al islaamu ‘ala thariiqatil wasathiyah” yaitu Islam yang mengikuti jalan wasathiyah.

Di dalam Alquran kata “ummat” terulang sebanyak 51 kali dan 11 kali dengan bentuk (أُمَم). Tetapi hanya satu frasa yang disandarkan pada kata “wasathan”, yaitu terdapat di dalam QS: al-Baqarah; 143.

Artinya: “Dan yang demikian ini Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) sebagai umat pertengahan agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kalian.”

Apabila dicermati dengan teliti, kata wasathan ini terdapat di tengah-tengah ayat al-Baqarah ayat ke 143 dan ayat tersebut juga terletak di tengah-tengah Surat al-Baqarah yang seluruh ayatnya berjumlah 286 ayat. Itu artinya, ditinjau dari segi penempatannya sudah mengindikasikan makna tengah-tengah. (habis) @fen/mui.or.id, sumber: buku islam wasathiyah, tim penulis komisi dakwah dan pengembangan masyarakat mui pusat, 2019

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jelang Pilkada 2020, KPU Resmi Luncurkan Aplikasi Gerakan Klik Serentak

Rab Jul 15 , 2020
Silahkan bagikan– Semua masyarakat di seluruh daerah yang menggelar pilkada bisa mengakses situs lindungihakpilihmu.kpu.go.id. VISI.NEWS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Gerakan Klik Serentak (GKS) pada Rabu (15/7). Agenda tersebut bertepatan dengan dimulainya pelaksanaan kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk meningkatkan kualitas daftar pemilih pada Pemilu Serentak 2020. Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan, aplikasi […]