Aparat Desa Rancakasumba Bakar Ratusan Obat Terlarang yang Disita dari Penjual Berkedok Warung

Editor :
Warga dan aparat desa memusnahkan obat terlarang dengan cara dibakar./visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Masyarakat dan Aparat Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bersama petugas babinkamtibmas dan babinsa, memusnahkan ratusan butir obat terlarang jenis G yakni Trihex dan Tramadol.

Obat terlarang ini hasil sitaan dari salah satu warung di Kp. Singalaya RT 01/RW 11, Desa Rancakasumba.

Kades Rancakasumba, Sukandar Kankan mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat bahwa ada sekelompok remaja sering berkumpul di salah satu warung kontrakan.

Tambah Sukandar, mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung memerintahkan aparat desa yang berkoordinasi dengan pihak RT dan RW untuk mencari tahu informasi yang diterimanya.

“Ketika diselidiki, benar warung tersebut menjual obat terlarang jenis G yakni Tramadol dan Trihex. Petugas menyita barang bukti, yaitu Trihex 460 butir dan Tramadol 156 Butir,” jelas Sukandar kepada VISI.NEWS di ruang kerjanya. Jumat (11/9).

Menurut dia, penjual obat tersebut baru dua minggu menempati rumah dan membuka warung berdagang. Kata ia, untuk memuluskan dan tidak dicurigai warga, warung tersebut berjualan makanan ringan.

Namun, tambah Sukandar, makanan ringan yang katanya tersimpan dalam dus tersebut ternyata kosong, justru ditemukan ratusan butir obat. Hal itu diketahui saat penggeledahan dan atas laporan warga.

“Warung tersebut dijadikan kedok untuk berjualan obat terlarang. Hari itu juga, obat diambil, disita, kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar,” tegasnya.

Guna mencegah amuk massa, lanjut Sukandar, pelaku penjual obat tersebut diminta pergi pada saat hari itu juga.

“Di satu sisi dari segi kemanusian, saya sedih melihat keluarga tersebut. Di satu sisi untuk efek jera dan masukan dari berbagai pihak, saya selaku kades harus tegas dalam mengambil keputusan,” tuturnya.

Sukandar lebih jauh menambahkan, dalam pemusnahan dengan dibakar tersebut, disaksikan oleh warga sekitar, tokoh masyarakat dan agama, Ketua RT, RW, serta babinkamtibmas dan babinsa.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya meminta seluruh masyarakat, RT dan RW agar lebih hati-hati dan selektif jika ada warga dari luar mengontrak di wilayahnya.

“Jangan sampai kejadian serupa, terjadi kembali,” pungkasnya. @yus

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Uji Coba Persib Lawan Bhayangkara FC Hari Ini Batal Digelar, Gantinya Game Internal

Sab Sep 12 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Persiapan “Pangeran Biru” –julukan Persib Bandung- menyongsong bergulirnya kembali Liga 1 menemui rintangan. Agenda uji tanding dengan Bhayangkara FC terpaksa harus dibatalkan karena alasan teknis. Semula, pertemuan dua tim penghuni kasta tertinggi Liga 1 2020 itu akan tersaji di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu 12 September […]