APPI Minta Presiden Izinkan Kompetisi Liga 1 dan 2 Bergulir

Editor APPI minta Presiden izinkan kompetisi Liga 1 dan 2 bergulir./antara/ist.
Silahkan bagikan

– “Pemain lalu mengingatkan Presiden bahwa karier mereka di sepak bola sejatinya tidak panjang, hanya 10-15 tahun. Itulah kenapa kehilangan waktu dua tahun sangat terasa.”

VISI.NEWS – Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) meminta Presiden Joko Widodo untuk mengizinkan kompetisi sepak bola nasional bergulir kembali di tengah pandemi Covid-19.

Permohonan tersebut dituangkan dalam surat terbuka yang diunggah di media sosial Instagram APPI @appi.official, Kamis, dan ditandantangani oleh Presiden APPI Firman Utina, Wakil Presiden APPI Andritany Ardhiyasa serta perwakilan pemain seperti Maman Abdurahman (Persija), Bagus Nirwanto (PS Sleman), dan Zulkifli Syukur (PSM).

“Bapak Presiden yang kami hormati, kami memang sangat ingin kompetisi bisa berjalan kembali, namun tetap dengan mengutamakan keselamatan sehingga kami siap menyukseskan agenda kampanye pemerintah untuk menyelesaikan pandemi. Karena dengan kapasitas jejaring persona yang kami miliki, dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pemerintah ke seluruh pelosok Tanah Air,” tulis APPI, dikutip Antara.

APPI pun menegaskan bahwa para pemain tidak merasa risau bertanding di tengah pandemi Covid-19 karena mereka semua sudah divaksin.

Selain itu, mereka juga siap menegakkan dengan benar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 serta tak segan untuk ikut dalam diskusi penyusunan prosedur kesehatan tersebut.

Dalam suratnya, para pemain juga mengutarakan kegelisahan soal tersendatnya penghasilan mereka selama liga sepak bola profesional dihentikan sejak Maret 2020.

“Bapak Presiden yang kami hormati, profesi pesepak bola dianggap sebagai profesi dengan penghasilan besar, penuh kemewahan dan ketenaran. Karena anggapan itulah kami dianggap kalangan mampu yang jauh dari bantuan-bantuan yang pemerintah berikan.

Namun, Bapak Presiden yang kami hormati, apa artinya jika 16 bulan ini tidak ada penghasilan terlebih teman-teman kami yang berada di Liga 2, pemotongan gaji dengan besaran fantastis, pemutusan kontrak sepihak, serta belum ada yang mau mengontrak kami karena status kompetisi yang masih belum jelas,” tulis APPI.

Baca Juga :  Klarifikasi Rhoma Irama Terkait Penampilan di Acara Khitanan

Pemain lalu mengingatkan Presiden bahwa karier mereka di sepak bola sejatinya tidak panjang, hanya 10-15 tahun. Itulah kenapa kehilangan waktu dua tahun sangat terasa.

Tidak lupa, pesepak bola menyebut bahwa keberadaan liga tidak hanya memberikan kehidupan bagi mereka, tetapi juga membawa hiburan kepada masyarakat.

“Sepak bola di negara ini merupakan olahraga dengan fanatisme yang tinggi, hiburan bagi masyarakat dan kadang kala menjadi pemersatu bangsa saat sebagian dari kami sedang menggunakan lambang Garuda di dada,” tulis APPI.

Pada akhir Juni 2021, PSSI dan LIB memutuskan bahwa Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2021-2022 ditunda sesuai dengan instruksi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 BNPB.

Keputusan diambil karena kasus Covid-19 meningkat secara signifikan di Indonesia, terutama di kawasan Pulau Jawa dan Bali.

Rencana awal, Liga 1 2021-2022 dimulai 9 Juli 2021. Setelah ditunda, Liga 1 Indonesia diharapkan bergulir mulai pertengahan Agustus 2021, sementara Liga 2 dijadwalkan berlangsung mulai September 2021. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Makanan yang Diduga Jadi Penyebab Warga Keracunan Diperiksa Dinkes Garut

Jum Jul 30 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melakukan pemeriksaan pada makanan yang diduga menjadi penyebab puluhan warga keracunan usai menyantap makanan yang dihidangkan dalam acara pernikahan di Kecamatan Cibiuk. “Kita sudah ambil sampel makanan dan sampel muntah pasien,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut […]