Artificial Intelligence (AI) Mendorong atau Mematikan Kreativitas?

Editor Teknologi AI luar biasa, namun ada kekhawatiran mengenai manfaat dan implikasi etisnya. /visi.news/ michael penggabung/360info
Silahkan bagikan

Oleh Shahirah Hamid (360info)

KETIKA film kelima dan terakhir dari film Indiana Jones, Dial of Destiny, dirilis pada tahun 2023, hal itu memicu pertukaran humor antar generasi.

Seorang generasi milenial menyatakan minatnya untuk menonton film terbaru tersebut, namun ditanggapi dengan jawaban bingung dari seorang ayah: “Film Indiana Jones mana yang akan kamu tonton?”, yang menekankan sejarah panjang franchise film tersebut.

Kebingungan ini memang beralasan. Dalam adegan pembuka film tahun 2023, penonton bertemu dengan Harrison Ford versi muda, mengingatkan pada. penampilannya di film tahun 1980-an. Efek penghilangan penuaan ini dimungkinkan oleh perusahaan efek visual, Industrial Light & Magic (ILM).

Pembuatnya mengklaim bahwa mereka tidak hanya mengandalkan kecerdasan buatan, Artificial Intelligence (AI) atau pembelajaran mesin, melainkan menggunakan alat VFX komprehensif yang disebut “ILM FaceSwap” bersama dengan keahlian lebih dari 100 seniman efek visual, namun dalam pembuatan film masih memunculkan pertanyaan tentang meningkatnya penggunaan AI.

Ada kemungkinan bahwa kemajuan terbaru dalam teknologi AI dapat menyebabkan para seniman efek visual tersebut akan kehilangan pekerjaan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.
Pencipta ChatGPT, OpenAI, telah meluncurkan film pendek pertama yang dibuat menggunakan alat AI video barunya, Sora, dan para pembuat film menggambarkan kreasi tersebut sebagai “benar-benar nyata”.

Klip awal yang dihasilkan menggunakan perangkat lunak AI menunjukkan bagaimana perintah tertulis sederhana dapat diubah menjadi video skenario yang realistis.

Teknologi AI luar biasa. Namun ada kekhawatiran mengenai manfaat dan implikasi etisnya, dan bagaimana hal ini terkadang menimbulkan keheranan.
AI merupakan kolaborator yang mendorong batas-batas ekspresi artistik dan terkadang dipandang sebagai potensi ancaman bagi seniman. Penggunaan AI dalam film dan televisi telah menjadi topik perdebatan sejak aksi mogok di Hollywood tahun lalu, di mana para penulis dan aktor mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang masa depan mereka di industri tersebut.

Baca Juga :  Apakah akan Lockdown Lagi ? Virus Baru Terdeteksi, Kenali Gejalanya!

AI berpotensi merevolusi pembuatan film dengan membuat skrip dan menghasilkan visual. Namun, tantangan yang ada meliputi penerimaan penonton, ketidakpastian hukum seputar hak cipta, dan implikasi etis dari dominasi AI dalam industri kreatif masih akan menghambat penggunaannya. Kita bahkan mungkin akan segera melihat legenda film yang sudah meninggal menghiasi layar perak.

Meskipun ada kemajuan, AI memiliki keterbatasan. Berbeda dengan AI, seniman dapat memanfaatkan pengalaman kehidupan nyata dan menantang orang untuk melihat kompleksitas, mengidentifikasi dan menghadapi bias dalam seni dan bentuk media lainnya.

Tantangan etis dan filosofis AI tidak hanya terbatas pada estetika. Kontroversi baru-baru ini seputar foto keluarga kerajaan Inggris yang diedit dengan buruk dan pertanyaan tentang keaslian Princess of Wales, video pengumuman kanker Kate Middleton menyoroti kekhawatiran ini.

Pembuatan video deepfake yang bersifat seksual tanpa persetujuan, sering kali menargetkan perempuan dan meninggalkan trauma yang berkepanjangan, menimbulkan tantangan etika dan hukum yang signifikan, sehingga mendorong evaluasi ulang terhadap undang-undang dan tindakan yang ada.

Pengaruh AI di industri kreatif memerlukan diskusi berkelanjutan untuk memastikan pembangunan yang bertanggung jawab dan masa depan di mana kreativitas manusia dan inovasi teknologi dapat bekerja secara terpadu.***

  • Shahirah Hamid, Komisionner Editor 360info Asia Tenggara

 

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jalan Tol Bocimi KM 64 Amblas, Ada Mobil Ikut Terperosok

Kam Apr 4 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BOGOR – Pada Rabu malam (3/4/2024), terjadi jalan amblas di Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Tol Bocimi) tepatnya di KM 64-600, dekat Tol Parungkuda, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Akibatnya, dua orang dilaporkan terluka karena mobil yang ditumpangi ikut terperosok. Kepala Polres Sukabumi AKBP Tony Prasetyo menyatakan bahwa korban […]