VISI.NEWS | SUBANG – Kondisi lalu lintas di ruas Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) pada hari kedua Lebaran, Minggu (22/3/2026), terpantau ramai lancar. Meski volume kendaraan secara total meningkat tajam, pergerakan didominasi oleh arus silaturahmi lokal (aglomerasi), sementara arus balik menuju Jakarta dilaporkan masih sepi.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, menyebutkan bahwa hingga Minggu pagi, tren kendaraan yang kembali ke arah ibu kota belum menunjukkan lonjakan berarti.
“Berdasarkan data periode pukul 00.00 hingga 10.00 WIB, tercatat sekitar 22.000 kendaraan melintasi Cikopo menuju Cirebon. Volume lalu lintas tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan volume pada jam yang sama kemarin,” kata Ardam.
Data internal menunjukkan adanya sekitar 6.000 kendaraan yang meluncur ke arah Jakarta melalui Cikopo. Meski persentase peningkatannya cukup tinggi secara matematis, Astra Tol Cipali menilai kondisi tersebut belum bisa dikategorikan sebagai dimulainya puncak arus balik.
“Sekalipun ada peningkatan hingga 155% dibandingkan jam yang sama kemarin, namun arus balik masih belum terasa,” ucapnya.
Kenaikan volume total di Tol Cipali yang mencapai 123% dibandingkan hari sebelumnya diyakini merupakan aktivitas warga yang melakukan kunjungan keluarga di wilayah sekitar.
“Lonjakan arus lalu lintas ini diperkirakan merupakan arus aglomerasi, di mana masyarakat memanfaatkan momen Lebaran untuk bersilaturahmi,” katanya.
Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan yang berpotensi meluber ke bahu jalan, pihak pengelola mulai menerapkan sistem buka-tutup di sejumlah rest area secara situasional, khususnya untuk jalur arah Cirebon yang sedang padat.
“Saat ini diberlakukan buka-tutup secara situasional di beberapa rest area arah Cirebon, khususnya di Rest Area KM 166 A, seiring meningkatnya jumlah pengunjung,” ungkapnya.
Astra Tol Cipali mengimbau pengendara untuk beristirahat maksimal selama 30 menit. Jika fasilitas di dalam tol penuh, pemudik disarankan mencari tempat istirahat di luar gerbang tol terdekat demi kenyamanan bersama.
“Pengguna jalan diimbau untuk memanfaatkan tempat peristirahatan di luar gerbang tol apabila kapasitas rest area penuh.”
“Dengan sistem transaksi tertutup, tarif tol tetap sama meskipun pengguna jalan keluar dan masuk kembali ke jalan tol,” katanya.
Selain soal kelancaran lalu lintas, pihak pengelola juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan memanfaatkan fasilitas tempat sampah yang telah dipisahkan berdasarkan jenisnya.
“Fasilitas tempat sampah telah tersedia di rest area dengan pemilahan jenis sampah, sehingga pengguna jalan diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah di sepanjang ruas tol,” ucapnya. @ffr