Search
Close this search box.

AS Bebaskan Tarif Ponsel dan Laptop dari China

Ilustrasi laptop./visi.news/pixabay

Bagikan :

VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT – Pemerintah Amerika Serikat memberi kabar baik bagi industri teknologi, tarif tinggi yang sebelumnya mengancam ponsel, laptop, dan barang elektronik impor dari China kini dibatalkan. Kebijakan ini mengecualikan barang-barang tertentu dari bea masuk sebesar 145 persen yang sempat diberlakukan Presiden Donald Trump sebagai bagian dari kebijakan tarif timbal balik.

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) telah merilis daftar kode tarif yang kini bebas bea, termasuk kategori luas seperti komputer, perangkat penyimpanan, chip semikonduktor, hingga layar datar. Pengecualian ini berlaku mundur sejak 5 April, memberikan kelegaan bagi perusahaan teknologi seperti Apple dan Dell yang selama ini mengandalkan manufaktur dari China.

Menariknya, bukan hanya China yang terdampak. Tarif dasar 10 persen untuk barang-barang dari negara lain seperti India dan Taiwan juga dikecualikan untuk beberapa kategori, sehingga iPhone buatan India pun lolos dari kenaikan biaya.

Namun, ini bukan berarti semuanya aman. Pemerintahan Trump masih mempertahankan bea masuk 20 persen untuk produk China yang dianggap terkait dengan krisis fentanil. Dan menurut pejabat Gedung Putih, Trump akan meluncurkan penyelidikan baru terhadap industri semikonduktor dengan potensi tarif baru ke depannya.

Sementara itu, Gedung Putih menegaskan bahwa AS tak ingin bergantung pada China dalam produksi teknologi vital. Trump dikabarkan mendorong raksasa teknologi seperti Apple dan Nvidia untuk memindahkan pabrik mereka ke dalam negeri secepat mungkin. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :