VISI.NEWS | BANDUNG — Amerika Serikat mempromosikan rencana ambisius pembangunan ulang Jalur Gaza bertajuk “New Gaza” di panggung global Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss. Namun, di saat yang sama, kekerasan di wilayah tersebut kembali merenggut nyawa warga sipil Palestina.
Otoritas kesehatan Gaza pada Kamis (22/1/2026) melaporkan sedikitnya lima warga Palestina tewas akibat serangan Israel. Empat orang meninggal dunia akibat tembakan tank di kawasan Zeitoun, Gaza City, sementara satu korban lainnya tewas di Khan Younis, Gaza selatan. Hingga berita ini diturunkan, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut.
Pengumuman rencana “New Gaza” disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bagian dari inisiatif perluasan gencatan senjata Israel-Hamas menuju agenda perdamaian global. Dalam forum tersebut, Trump memberikan panggung kepada putra menantunya, Jared Kushner, untuk memaparkan rencana pembangunan Gaza dari nol setelah dua tahun perang menghancurkan hampir seluruh wilayah padat penduduk itu.
“Pada awalnya kami mempertimbangkan membangun zona bebas dan zona Hamas. Lalu kami berkata, mari kita rencanakan keberhasilan yang benar-benar besar,” ujar Kushner di hadapan peserta forum di Davos.
Kushner menampilkan peta berwarna yang menggambarkan kawasan hunian bertingkat, pusat data, kawasan industri, serta resor tepi laut di sepanjang pesisir Mediterania. Pembangunan tahap awal direncanakan dimulai di Rafah, wilayah selatan Gaza yang saat ini berada di bawah kendali penuh militer Israel. Namun, presentasi tersebut tidak menjelaskan nasib hak kepemilikan tanah warga Palestina, skema kompensasi atas kerugian perang, maupun lokasi tempat tinggal jutaan pengungsi selama proses rekonstruksi.
“Kami akan menggelar konferensi di Washington dalam beberapa pekan ke depan untuk mengumumkan kontribusi dari sektor swasta,” kata Kushner, tanpa merinci nilai pendanaan maupun negara atau perusahaan yang akan terlibat.
Di sisi lain, perkembangan di lapangan masih dibayangi ketegangan. Pemimpin teknokrat Palestina yang didukung Washington, Ali Shaath, menyatakan bahwa penyeberangan Rafah di perbatasan Mesir akan dibuka kembali pekan depan, menyusul kesepakatan gencatan senjata.
“Pembukaan Rafah menandakan bahwa Gaza tidak lagi tertutup dari masa depan dan dari perang,” ujar Shaath melalui sambungan video.
Namun Israel menegaskan pembukaan Rafah belum dapat dilakukan sebelum Hamas memenuhi kewajibannya dalam gencatan senjata, termasuk pengembalian jenazah sandera terakhir yang masih ditahan. Seorang sumber politik Israel menyebut pemerintah tengah melakukan upaya khusus untuk memulangkan jenazah Ran Gvili dan akan mulai membahas pembukaan penyeberangan tersebut pada pekan depan.
Sementara itu, kekerasan bersenjata terus terjadi. Sehari sebelum serangan terbaru, tembakan Israel dilaporkan menewaskan 11 orang, termasuk dua anak dan tiga jurnalis. Militer Israel menyatakan para jurnalis tersebut mengoperasikan sebuah drone yang dianggap membahayakan pasukan.
“Pasukan secara presisi menyerang para tersangka yang mengaktifkan drone dan mengancam keselamatan pasukan,” demikian pernyataan militer Israel.
Sejak gencatan senjata diberlakukan, lebih dari 480 warga Palestina dilaporkan tewas, sementara tiga tentara Israel juga kehilangan nyawa. Perang di Gaza pecah setelah serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel. Otoritas kesehatan Palestina menyebut sedikitnya 71.000 warga Gaza tewas sejak konflik berlangsung. @kanaya











