Search
Close this search box.

Asep Suparman: Kalau Kang Emil Mau Jadi Ketua Golkar Jabar, Ini yang Harus Ditempuh

Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jawa Barat Asep Suparman./visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS – Beredarnya isu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  akan Jadi Ketua DPD Partai Golkar Jabar sebagai kendaraan menuju pesta demokrasi 2024, ditanggapi Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Asep Suparman. “Tidak semudah itu, Kang Emil ujug-ujug jadi Ketua DPD. Ada mekanisme yang harus ditempuh AD/ART dan peraturan yang ada di partai kami,” ungkapnya kepada VISI.NEWS, Selasa (23/2/2021).

Mekanisme tersebut, kata Asup, panggilan akrab pria tersebut, antara lain Emil harus menjadi pengurus partai dan aktif selama minimal lima tahun. “Aturan di Partai Golkar tidak bisa kalau orang dari luar tiba-tiba memimpin partai. Harus menjadi pengurus dulu selama lima tahun, baru nanti dicalonkan jadi Ketua DPD,” paparnya.

Meski demikian, ada celah yang bisa disiasati bagi orang non kader yang punya potensi untuk memimpin partai yakni harus jadi pengurus Ormas yang ada di Golkar. “Bisa jadi Ketua SOKSI, atau MKGR. Ormas MKGR misalnya tahun ini kan akan Musda, kalau Kang Emil bisa jadi Ketua MKGR dalam Musda nanti, sangat berpeluang untuk didorong jadi kandidat Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat,” tandasnya.

Atas beredarnya isu tersebut, seperti dilansir dari Jabar Ekspres, Senin (22/2/2021) Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membantah kabar soal dirinya akan menjabat Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

“Saya kira itu informasi tidak betul, itu saja,” ucap Emil usai rapat Koordinasi Gugus Tugas Covid-19 di Mapolda Jabar, Senin (22/2).

Supaya masyarakat percaya, ia pun memberikan contoh soal pendekatan formula seorang politisi ketika ingin bergabung dengan partai.

“Kalau betul saya ke Golkar, mungkin sejak kemarin Musda sudah ada pergerakan. Kan ini tidak ada,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Aksi Perusakan Fasilitas Umum di Bandung

Mesti membantah, ia pun mengaku telah ditawari menjadi pemimpin di berbagai partai politik di Jabar. Namun kata dia, saat ini dirinya enggan untuk menerima.

“Saya ini ditawari untuk memimpin partai-partai di Jabar. Ada beberapa. Tapi semuanya tidak saya penuhi. Karena saya sedang berkonsentrasi memastikan kerja Gubernur Jabar sesuai sumpah saya,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, soal kabar dirinya bakal menjadi pemimpin DPD Golkar Jabar jangan ditanggapi lagi. Sebab dirinya sedang berfokus terhadap penanganan Covid-19.

“Jadi info itu keliru, jangan dikutip-kutip lagi. Kita fokus urusan per-Covid-an dan perbencanaan saja,” tutupnya. @mpa

Baca Berita Menarik Lainnya :