Search
Close this search box.

Asep Suparman: Kang Abe Ingin Adakan Lomba Baca Kitab Kuning

Ilustrasi./republika.co.id

Bagikan :

VISI.NEWS – Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pengurus daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Asep Suparman melihat figur Ketua DPD Partai Golkar H. Ade Barkah sebagai orang yang kreatif dan banyak ide. Salah satunya, untuk membudayakan bacaan kitab kuning, ada rencana lomba baca kitab kuning untuk para santri di Jawa Barat.

“Ini sebuah terobosan untuk lebih membudayakan bacaan kitab kuning sebagai sumber pengetahuan Islam yang sudah lama di anut oleh pondok-pondok pesantren di Jawa Barat,” ungkapnya kepada VISI.NEWS, Jumat (26/2/2021).

Keistimewaan kitab-kitab tersebut, kata Asup panggilan akrab pria tersebut, bukan  pada warna kertas kitab tersebut dicetak berwarna kuining, tapi sebenarnya kualitas keilmuan penulisnya dan keluasan khazanah keilmuan yang hanya ditampung dalam tulisan-tulisan berbahasa Arab.

Kalau diibaratkan penulisan cabang-cabang ilmu keislaman sebagai sebuah perlombaan, katanya, maka tulisan-tulisan berbahasa Arab unggul jauh sekali dibandingkan tulisan berbahasa Indonesia, Melayu atau bahasa daerah di Nusantara.

“Tulisan paling tua dalam cabang ilmu keislaman yang berbahasa Melayu selalu direpresentasikan oleh tulisan para ulama Islam Nusantara seperti Nuruddin al-Raniry atau Abdurrauf al-Singkily. Keduanya bisa dikatakan memiliki tulisan berbahasa Melayu dalam cabang ilmu fiqih dan tafsir pertama yang bisa terlacak saat ini. Padahal keduanya hidup pada era abad 16 dan 17 Masehi, bandingkan dengan tulisan para ulama yang mula-mula merintis tulisan dalam berbagai cabang ilmu keislaman dalam bahasa Arab yang telah bermunculan dan berkembang sejak abad 8 dan 9 Masehi, ” jelasnya.

Dalam kajian fiqh, katanya, setiap mazhab mu’tabar di dunia Islam telah melahirkan ribuan ulama yang ikut menulis Mazhab fiqih mereka. Beberapa tulisan bahkan memuat informasi yang sangat banyak, sehingga cetakannya sampai pada belasan bahkan puluhan jilid. “Kitab-kitab fiqih yang dimaksud seperti al-Majmu’, al-Mabsuth, al-Mughny dan lain sebagainya. Kitab-kitab fiqih tersebut memuat ragam penjelasan bab-bab fiqih secara lengkap, sehingga kita dapat mencari informasi tentang hukum sebuah perkara dalam tinjauan fiqih bahkan sampai kepada perkara yang paling musykil sekalipun. Hal ini tidak akan dapat kita temukan dalam rujukan-rujukan fiqih berbahasa Indonesia karena belum ada rujukan fiqih dengan tingkat keluasan pembahasan yang serupa di dalam bahasa Indonesia. Kecuali hanya terjemahan-terjemahan untuk kitab Arab, padahal kitab-kitab fiqih yang diterjemahkan secara tuntas ke dalam bahasa Indonesia jumlahnya masih sangat terbatas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jeritan Anak di Balik Dinding Daycare: Negara Harus Bertindak

Maka ia memandang, keinginan Kang Abe, yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Barat itu, untuk menggelar lomba baca kitab kuning akan menjadi kontribusi yang sangat besar dalam mendorong khazanah keislaman di Indonesia, khususna di Jawa Barat.@mpa

Baca Berita Menarik Lainnya :