Aturan Baru dan Cara Masuk Raudah Secara Berkelompok

Editor Suasana Raudhah pada Sabtu (4/5/2024). /nu.or.id
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Di antara tempat yang menjadi magnet bagi jamaah untuk dikunjungi di Masjid Nabawi adalah Raudah. Tempat ini berada di antara mimbar khutbah dan makam Nabi di bagian depan masjid. Tempat ini adalah tempat mustajabah untuk berdoa.

Jika pada masa sebelum Covid-19, jamaah berebutan untuk masuk Raudah, saat ini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengatur dengan menggunakan pendaftaran online melalui sebuah aplikasi bernama Nusuk. Setiap jamaah yang akan masuk, harus memiliki tasreh (surat izin) berupa barcode, baik secara individu maupun berkelompok.

Pada Sabtu (4/5/2024), NU Online berkesempatan mengikuti proses masuk Raudhah secara berkelompok bersama 100 orang. Pendamping Rombongan, Yazid mengatakan bahwa tasreh secara berkelompok diikuti oleh 100 orang yang didaftarkan oleh muassasah.

“Pada satu waktu, semua yang masuk daftar tersebut harus bersamaan masuk. Jika tidak, maka anggota kelompok yang tertinggal tidak bisa menyusul,” katanya.

Pada hari tersebut, jadwal masuk yang didapatkan adalah pukul 14.00 waktu Makkah.

Selepas shalat dhuhur rombongan bersiap menempuh mekanisme baru masuk Raudah. Rombongan terlebih dahulu memasuki spot antrean khusus di gerbang nomor 360. Jamaah dari berbagai negara pun ikut berbaris membuat antrean dibatasi dengan seutas tali dan diawasi petugas.

Awalnya, para petugas yang menangani proses ini merupakan askar atau polisi Masjidil Haram. Namun saat ini sudah ditangani oleh pegawai masjid yang mengatur alur jamaah untuk masuk.

“Semua dicek dan dan dihitung satu persatu untuk di-scan barcode-nya untuk menghindari pemalsuan tasreh,” ungkapnya sembari mengisahkan ada saja penjualan dan pemalsuan tasreh oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Setelah itu, rombongan masuk dengan berbaris satu barisan ke spot tunggu di dalam serambi masjid sembari duduk di samping pintu 40 dan Babun Nisa, akses utama masuk Raudhah. Sekitar 10 menit menunggu, sambil melakukan ibadah shalat sunnah, dzikir, dan membaca Al-Qur’an, akhirnya rombongan masuk Raudhah.

Baca Juga :  HIKMAH | Dengki Hakikatnya Dilarang dalam Islam kecuali terhadap 3 Golongan Ini

“Di dalam Raudhah, jamaah hanya diberi waktu kisaran 15 menit. Tapi jika pas beruntung pada waktu shalat berjamaah, waktu bisa lebih lama sembari ikut shalat jamaah di Raudhah,” kata Yazid. ​​

​Di Raudhah, sekitar 400 orang berkumpul melakukan shalat sunnah dan dzikir. Banyak juga jamaah yang mengabadikan momentum langka tersebut dengan berfoto dan video. Setelah waktu habis, para askar memberikan perintah untuk keluar melalui pintu samping sebelah kanan.

Setelah keluar, banyak jamaah yang melanjutkan aktivitas ibadahnya dengan berputar memasuki lorong untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad saw. Mereka harus menyusuri sekat-sekat yang menghantarkan mereka ke pintu utama untuk ziarah yakni pintu Babussalam.

@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Halal Bihalal dan Mukercab NU Kabupaten Bandung, Ini Kata Ketua PCNU

Ming Mei 5 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOREANG – Dalam suasana penuh keakraban, Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bandung mengadakan Halal Bihalal dan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) di Gedung Moh Toha, Komplek Pemkab Bandung. Acara ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Bandung, KH Agus Ahmad Qustholany, yang memberikan sambutan hangat pada hari Minggu (5/5/2024) ini. […]