VISI.NEWS | BANDUNG – Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori akhirnya diangkat menjadi film panjang oleh Pal 8 Pictures. Berbeda dari film pendeknya yang dirilis pada 2017, versi layar lebar ini menjanjikan pendekatan yang lebih intim terhadap luka sejarah dan hubungan keluarga, sebagaimana dipresentasikan dalam pengumuman resmi di JAFF Market, Yogyakarta, Senin (1/12).
Disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, film ini mengusung latar akhir dekade 1990-an—periode penuh ketegangan sosial-politik yang menjadi fondasi kisah keluarga Wibisono. Anggi menyebut bahwa membawa narasi penuh riset ke dalam bentuk visual panjang bukanlah perkara mudah.
“Novel ini kaya akan pengalaman emosional. Tantangan saya adalah merangkumnya menjadi visual yang tetap jujur tanpa kehilangan kedalaman cerita,” ujar Anggi dalam keterangan pers.
Ia menambahkan, proses kreatif film ini berjalan mulus berkat kolaborasi yang solid. “Saya sangat terbantu oleh tim produksi yang punya level ketenangan dan profesionalisme tinggi,” katanya.
Produksi film dilakukan di Semarang, Salatiga, dan Sukabumi—tiga lokasi yang dipilih untuk menghadirkan atmosfer sosial era 90-an secara autentik. Reza Rahadian kembali dipercaya memerankan tokoh Biru Laut, meneruskan perannya dari versi film pendek.
Keputusan untuk kembali menghadirkan Reza disebut bukan hanya untuk kesinambungan cerita, tetapi juga kedalaman emosional yang sudah terbentuk sejak proyek terdahulu. Reza sendiri menilai bahwa tema kehilangan yang menjadi pusat Laut Bercerita masih relevan untuk masyarakat hari ini.
“Ketika kehilangan menjadi cerita seluas lautan, maka cerita ini menjadi begitu penting untuk divisualkan,” ungkap Reza.
Film ini turut menampilkan aktris Yunita Siregar sebagai Asmara Jati, adik Biru Laut. Sosok orang tua Biru Laut diperankan oleh Christine Hakim dan Arswendy Bening Swara, sementara Dian Sastrowardoyo hadir sebagai Kasih Kinanti, mentor sekaligus sahabat Biru Laut. Eva Celia berperan sebagai Ratih Anjani, kekasih yang tak berhenti mencari keberadaan Laut.
Cerita Laut Bercerita berpusat pada hilangnya Biru Laut bersama sejumlah rekan mahasiswa setelah diduga ditahan oleh orang-orang tidak dikenal. Keluarga Wibisono dan Ratih Anjani terus mencari tanpa henti selama bertahun-tahun, menggambarkan bagaimana kehilangan bisa terus hidup dalam ingatan meski waktu berjalan jauh ke depan.
Di antara seluruh karakter, Asmara Jati menjadi suara generasi yang mencoba menerima kenyataan pahit. Ia percaya kakaknya telah tiada, sementara kedua orang tuanya masih menggenggam harapan bahwa Laut masih hidup.
Versi film panjang ini diharapkan dapat membuka ruang dialog baru mengenai sejarah, keluarga, dan ingatan kolektif. Laut Bercerita dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026 dan menjadi salah satu film lokal yang paling dinantikan tahun tersebut.
@kanaya












