Search
Close this search box.

Babakan Ciparay, Kelurahan Terpadat Bandung Hadapi Tantangan Perkotaan

Dengan penduduk hampir 35 ribu jiwa yang tersebar di sembilan RW, Kelurahan Babakan Ciparay menghadapi banyak tantangan. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Kelurahan Babakan Ciparay tercatat sebagai kelurahan terpadat di Kota Bandung dengan jumlah penduduk hampir 35 ribu jiwa yang tersebar di sembilan RW. Tingginya kepadatan ini menjadi gambaran nyata dinamika perkotaan yang dihadapi Bandung, dengan beragam tantangan sosial sekaligus peluang penataan kawasan.

Kepadatan penduduk yang tinggi berdampak langsung pada munculnya berbagai persoalan sosial. Di antaranya adalah tingginya jumlah warga penerima bantuan sosial, keberadaan kawasan kumuh, serta keterbatasan akses terhadap hunian yang layak dan sehat.

Hal tersebut disampaikan Lurah Babakan Ciparay, Tonny Sukmana, dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-76 yang digelar pada Rabu (14/1/2026). Ia menyebut kondisi wilayahnya membutuhkan perhatian dan penanganan yang berkelanjutan.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa kepadatan penduduk tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan jumlah penduduk. Menurutnya, kepadatan erat kaitannya dengan kualitas hidup masyarakat di suatu wilayah.

“Kepadatan penduduk tidak bisa disikapi dengan satu kebijakan saja. Ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi warga agar solusi yang dihadirkan benar-benar berkelanjutan,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penataan kawasan padat penduduk melalui berbagai program. Program tersebut meliputi perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), penguatan layanan sosial bagi kelompok rentan, serta peningkatan kualitas lingkungan permukiman berbasis RW dan kelurahan.

Farhan juga menekankan pentingnya akurasi data kewilayahan dalam menangani persoalan sosial di kawasan padat. Data yang valid menjadi dasar perumusan kebijakan agar bantuan dan program pemerintah tepat sasaran.

“Kita ingin setiap intervensi pemerintah tepat sasaran. Data yang kuat dari tingkat RW dan kelurahan adalah fondasi penting agar kebijakan tidak meleset,” katanya.

Baca Juga :  7 Air Rebusan Ini Bisa Turunkan Kolesterol dan Cegah Stroke

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Babakan Ciparay dinilai memiliki modal sosial yang kuat. Peran aktif pengurus RW, tokoh masyarakat, serta semangat gotong royong warga menjadi kekuatan utama dalam menjaga kohesi sosial di tengah kepadatan yang tinggi.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :