Bagaimana Cara Tiongkok Mendorong Babak Baru Pembangunan Desa?

Silahkan bagikan

VISI.NWWS | BEIJING – Mengandalkan kemenangan dalam pengentasan kemiskinan absolut, Tiongkok kini siap memasuki babak baru pembangunan pertanian dan desa sebagai bagian dari revitalisasi pedesaan secara gencar.

Laporan untuk Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok (CPC) Ke-20 menekankan, Tiongkok akan terus memprioritaskan pembangunan sektor pertanian dan desa, mengonsolidasikan dan memperluas pencapaian pengentasan kemiskinan, serta memperkuat landasan ketahanan pangan pada seluruh sisi.

Dalam kunjungan kerja pertama setelah Kongres Nasional CPC Ke-20 berakhir, Presiden Tiongkok Xi Jinping menggarisbawahi pentingnya peningkatan revitalisasi pedesaan secara menyeluruh, serta bekerja keras mencapai modernisasi pertanian dan pedesaan.

Menurut Xi, prioritas pembangunan sektor pertanian dan pedesaan harus dilakukan, serta mengonsolidasikan dan memperluas pencapaian Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan. Hal ini disampaikan Xi saat berkunjung ke Yan’an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok Barat Laut, serta Kota Anyang, Provinsi Henan, Tiongkok Tengah, dari Rabu-Jumat lalu.

Meningkatkan revitalisasi pedesaan

Setelah turun dari kereta, Rabu sore lalu, Xi langsung menuju desa Nangou di Yan’an.

Di sebuah lahan perkebunan, Xi berbincang dengan warga desa setempat, dan bertanya tentang cara membudidayakan pohon apel dan mengambil buahnya, spesies apel yang ditanam, serta harga jual dan pendapatan mereka. Dia juga menanyakan cara desa mengembangkan budi daya apel dan industri lain.

Xi berkata, dia sempat tinggal di sebelah utara Shaanxi selama tujuh tahun. Pada saat itu, dia menyaksikan kondisi kehidupan warga desa yang tergolong berat. Dia pun memikirkan cara meningkatkan kehidupan mereka.

“Kini, warga desa memiliki pekerjaan dan pendapatan yang stabil, sedangkan, anak-anak memiliki pendidikan yang baik, dan warga lansia terproteksi oleh asuransi kesehatan,” ujar Xi. “Kehidupan semakin baik.”

Seperti dijelaskan Xi, “Perubahan di Shaanxi Utara mencerminkan perubahan di Tiongkok.” Beberapa tahun terakhir menjadi momen perkembangan positif dalam pembinaan industri desa, peningkatan aplikasi teknologi pertanian, dan pembangunan wilayah desa yang indah sekaligus revitalisasi pedesaan.

Baca Juga :  Jual Motor Curian ke Madura,Warga Gunung Anyar Diciduk Polisi

Menurut Kementerian Pertanian dan Pedesaan Tiongkok, pendapatan warga desa yang siap dibelanjakan per kapita mencapai RMB 18.931 (sekitar US$ 2.981,96) pada 2021, atau mengalami kenaikan 9,7% secara riil.

Peningkatan taraf hidup di desa menjadi bagian dari pelaksanaan strategi revitalisasi pedesaan. Menurut Hong Tianyun, Deputy Head, National Rural Revitalization Administration, lebih dari 40 juta kamar kecil di rumah desa telah direnovasi, sedangkan, tingkat pengolahan air buangan di desa tercatat sekitar 28% sejak Tiongkok meluncurkan program peningkatan lingkungan pedesaan selama tiga tahun pada 2018.

Mendorong kerja keras

Xi mendorong semangat kewirausahaan dalam bentuk kemandirian dan kerja keras ketika berkunjung ke Hongqi Canal, atau Red Flag Canal, di Kota Linzhou, Provinsi Henan, Tiongkok Tengah, Jumat pagi.

Kanal ini, proyek irigasi dan fasilitas teknik penting pada 1960-an, dibangun oleh warga lokal selama hampir 10 tahun. Kanal ini dibangun di Gunung Taihang yang curam agar air mengaliri Kabupaten Linxian yang dilanda kekeringan, wilayah yang kini bernama Kota Linzhou.

Red Flag Canal sendiri adalah monumen tentang semangat kepahlawanan rakyat di Kabupaten Linxian yang pantang menyerah atau mundur, seperti dijelaskan Xi.

Dia mengimbau agar generasi muda melanjutkan semangat tersebut dan berkontribusi terhadap pencapaian Target 100 Tahun Kedua, yakni membangun Tiongkok sebagai negara sosialis modern besar dalam seluruh aspek. “Kita hidup di era yang luar biasa, dan harus mengikuti perkembangannya.”

“Kebanggaan budaya”

Ketika berkunjung ke Kota Anyang, Tiongkok Tengah, Xi juga menggarisbawahi pentingnya membangun kebanggaan budaya saat berada di Yin Ruins, Jumat sore.

Lokasi ini merupakan peninggalan arkeologis dari kota kuno Yin, ibu kota terakhir Dinasti Shang (1600-1046 B.C.). Prasasti yang terbuat dari tulang ditemukan di antara puing-puing, dan dianggap sebagai prasasti tertua di Tiongkok.

Baca Juga :  USWAH: Tatkala Nabi Muhammad Saw. Menitikkan Air Mata

Pada 1928, arkeolog Tiongkok menemukan kompleks reruntuhan yang kemudian tercantum dalam Daftar Warisan Dunia pada 2006 oleh UNESCO.

Menurut Xi, kebudayaan tradisional Tiongkok dapat dilestarikan secara lebih baik lewat penggalian, penelitian, dan perlindungan relik kebudayaan.

Dia juga mengimbau agar rakyat Tiongkok meningkatkan kebanggaan atas kebudayaan Tiongkok, serta semakin percaya diri dan bangga.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mengenal Salafi-Wahabi, Wahbiyah, dan Neo-Khowarij

Sel Nov 1 , 2022
Silahkan bagikanOleh Khotimi Bahri Sekilas Gerakan Wahabi WAHABI adalah gerakan puritanisme Islam yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman at-Tamimi (1115-1206 H / 1703-1792 M) dari Najd, Semenanjung Arabia. Istilah Wahabi telah dikenal semasa Ibn Abdul Wahab hidup, diantara yang menamakan gerakan ini sebagai gerakan wahabi adalah saudara […]