Search
Close this search box.

Bagi-bagi Bir di Pocari Run, Dua Komunitas Didenda Pemkot Bandung

Pocari Sweat Run 2025, digelar pada Sabtu (19/7/2025) dan Minggu (20/7/2025)./visi.news/Pemkot Bandung.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 5 juta kepada dua komunitas pelari yang membagikan bir saat acara Pocari Run 2025. Kedua komunitas tersebut adalah Free Runners Bandung dan Pace & Place. Sanksi diumumkan langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, pada Kamis (24/7/2025) di Balai Kota Bandung.

Selain denda, Free Runners Bandung juga diwajibkan melakukan kerja sosial dengan membersihkan area Balai Kota selama dua pekan dan membuat permintaan maaf secara terbuka di media massa. Erwin menegaskan, sanksi diberikan berdasarkan Pasal 2 Perda Nomor 9 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum, Kententraman, dan Perlindungan Masyarakat.

“Tadi pemeriksaan sudah dilakukan oleh Satpol PP, dan hasil dari pertemuan tersebut mereka sudah mengakui dan juga ada permohonan maaf. Mereka juga siap mengumumkan pelanggaran di media massa secara terbuka, dan juga pembayaran biaya paksaan penegakan hukum sebesar Rp 5 juta,” kata Erwin.

Sementara itu, pihak penyelenggara acara, Pocari Sweat, menyayangkan insiden bagi-bagi bir yang dilakukan tanpa izin tersebut. Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, mengatakan tindakan itu merusak reputasi event dan mencemarkan nama perusahaan.

“Jadi ini atas inisiatif dari komunitas. Dan untuk hal ini, event ini tentunya bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap kesehatan. Tetapi terjadi hal seperti ini, jadi kami merasa sangat-sangat dirugikan dari segi kredibilitas maupun reputasi dari event itu sendiri,” katanya.

Akibatnya, Pocari Sweat memutuskan untuk memasukkan Free Runners Bandung ke daftar hitam pada event Pocari Run berikutnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Free Runners Bandung, Aji, menyampaikan permintaan maaf kepada Pocari Sweat dan masyarakat Bandung atas aksi mereka. Aji mengaku pembagian bir itu awalnya hanya untuk mendukung beberapa pelari, namun tidak terkendali di lokasi.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 8 April 2026

“Saya Aji, perwakilan dari Free Runners Bandung sebagai Kapten. Pertama-tama saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak penyelenggara, yaitu Pocari Run Indonesia 2025, lalu masyarakat Indonesia, dan juga khususnya warga Bandung, atas kegiatan kami yang memang tidak ada izin dari Pocari, tidak di ketahui dari Pocari dan tidak di setujui oleh Pocari,”

“Kegiatan ini Kami lakukan atas ide saya sendiri, yaitu komunitas. Memang kita niatnya adalah untuk memberikan cheering zone kepada pelari-pelari di Pocari Sweat, yaitu tanggal 20 Juli, yang hari Minggu, untuk memberikan support agar mereka bisa menyelesaikan lari mereka dengan baik. Namun memang ketika di lokasi, itu out of control sehingga banyak pelari-pelari yang seolah-olah minuman alkohol itu diberikan secara paksa namun dari sisi kami memang kita tidak berniat untuk memberikan ke semua pelari hanya kepada rekan-rekan kami. Kami siap menerima sanksi yang akan diberikan kepada kami apapun itu, karena ini sebagai tanggung jawab dari rasa bersalah kami karena kegaduhan yang telah kami lakukan di tanggal 20 Juli 2025 hingga saat ini,” sambungnya.

Hal serupa juga disampaikan Ruben, perwakilan Pace & Place, yang menyatakan kesiapannya menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Untuk kesiapan kami, kami siap untuk bertanggungjawab untuk segala sanksi yang diberikan sesuai dengan peraturan yang ada, sehingga itu merupakan bentuk nyata dari kami bahwa kami juga tidak bermain-main kami juga serius menanggapi keadaan ini dan siap untuk bertanggung jawab sepenuhnya walaupun saksi yang diberikan kepada kami sebagai komunitas,” ungkapnya. @ffr

 

Baca Berita Menarik Lainnya :