Search
Close this search box.

Balad Jeddah Dipadati 1 Juta Pengunjung di Awal Ramadan

Historic Jeddah, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO, berubah menjadi jantung Kota Jeddah di bawah cahaya lentera Ramadan. /saudigazette

Bagikan :

VISI.NEWS | JEDDAH – Kawasan bersejarah Historic Jeddah kembali menjadi pusat kehidupan kota selama bulan suci Ramadan. Di bawah cahaya lentera Ramadan, distrik kuno ini berubah menjadi jantung budaya yang memadukan suasana religius, sejarah, dan kehidupan modern dalam satu harmoni yang memikat.

Data terbaru, dikutip dari Saudi Gazette, Sabtu (28/2/2026), menunjukkan lonjakan pengunjung yang luar biasa, dengan lebih dari satu juta orang memadati kawasan tersebut hanya dalam pekan pertama Ramadan. Arus manusia membentuk pemandangan semarak, membentang dari gerbang bersejarah Bab Makkah hingga lorong-lorong sempit yang sarat nilai sejarah.

Lonjakan pengunjung ini didorong oleh beragam kegiatan yang dikelola oleh Benchmark Company. Berbagai acara budaya dan hiburan menghidupkan setiap sudut kawasan, menjadikan alun-alun dan jalanan sebagai ruang interaksi sosial yang dinamis.

Di antara deretan kios Ramadan dan kerajinan tradisional, pengunjung seakan diajak menjelajah waktu. Suasana ini menghidupkan kembali kehidupan sosial klasik dengan sentuhan modern, menghadirkan pengalaman unik yang tidak hanya menghibur tetapi juga edukatif.

Seperti tradisi tahunan, kawasan Balad mencapai puncak keramaian pada malam hari. Setelah salat tarawih, gang-gang sempit berubah menjadi jalur hidup yang diterangi lampu tradisional dan lentera. Cahaya tersebut menyoroti bangunan batu karang dan jendela kayu ukir khas Hijaz yang dikenal sebagai rawasheen, sebagian berusia lebih dari lima abad.

Sejumlah situs bersejarah seperti Beit Nassif, Beit Al Matbouli, dan Beit Zainal turut menjadi magnet wisata. Wisatawan lokal maupun mancanegara memadati lokasi tersebut untuk menyaksikan perpaduan arsitektur batu karang dan kisi-kisi kayu tradisional yang khas.

Selain itu, pasar-pasar tradisional seperti Souq Al Alawi dan Souq Qabil menjadi destinasi favorit. Pengunjung dapat menemukan rempah-rempah, parfum khas Timur Tengah, tekstil, hingga berbagai kerajinan tangan yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.

Baca Juga :  Pembukaan SIPD untuk Pengajuan Hibah/Bansos 2027

Kegiatan seni dan budaya juga digelar di berbagai titik, mulai dari pertunjukan musik hingga pameran seni. Kehadiran kafe dan restoran warisan budaya semakin memperkaya pengalaman, dengan sajian kuliner tradisional dan minuman khas Ramadan yang mempererat suasana kebersamaan.

Pada malam Ramadan, Balad tampil sebagai simbol pertemuan antara sejarah dan modernitas. Kawasan ini tidak hanya mempertahankan identitasnya sebagai warisan budaya, tetapi juga memperkuat posisi kota Jeddah sebagai pusat kebudayaan di Arab Saudi.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :