VISI.NEWS | BANDUNG – Balai Kota Bandung menjadi contoh sukses dalam pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan. Setiap harinya, kompleks Balai Kota yang terletak di Jalan Wastukancana mengelola sekitar 80 kantong sampah, sebagian besar terdiri dari sampah organik seperti daun dan kertas. Pengelolaan sampah ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan area Balai Kota, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.
Sebanyak 80% dari total sampah yang dihasilkan di Balai Kota Bandung adalah sampah organik. Proses pengelolaannya dimulai dengan pengumpulan sampah dari berbagai titik di kompleks Balai Kota, lalu dibawa ke Eco Recycling Center untuk dipilah dan diolah lebih lanjut. Sampah yang tidak bisa didaur ulang kemudian diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup setiap bulan, dengan volume sekitar 6 kubik per pengangkutan.
Koordinator Taman Badak dan Dewi Sartika, Boyke Maulana, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di Balai Kota Bandung adalah tanggung jawab bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di area tersebut.
“Sebagai pegawai, kami harus memberi contoh kepada masyarakat tentang cara mengelola sampah yang baik dan benar,” ujar Boyke di Taman Dewi Sartika, Kamis (7/11/2024). @ffr