VISI.NEWS | BANDUNG – Banjir tidak hanya berdampak pada mesin dan sistem kelistrikan kendaraan, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan pada ban mobil. Kerusakan ini sering kali tidak langsung terlihat, namun jika diabaikan dapat membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang.
Menurut Fisa Rizqiano, Deputy Head of Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia, salah satu risiko utama yang dihadapi ban saat melintasi banjir adalah serpihan tajam yang terbawa arus.
“Banjir sering kali membawa serpihan tajam seperti pecahan kaca, paku, pecahan logam, dan dahan pohon. Mengemudi melewati material berbahaya ini dapat menusuk tapak ban atau memotong dinding samping ban, yang berpotensi menyebabkan ban kempis atau bocor,” ujar Fisa.
Selain bahaya dari benda tajam, ban yang terendam air banjir juga bisa mengalami kerusakan akibat paparan bahan kimia, minyak, dan polutan yang terbawa air. Dalam jangka panjang, zat-zat ini dapat mempercepat proses korosi pada karet ban, menyebabkan retakan dan kerapuhan yang berpotensi berbahaya saat berkendara.
Fisa menekankan pentingnya pemeriksaan ban setelah melewati banjir. Beberapa tanda awal kerusakan yang harus diperhatikan meliputi retakan halus, benjolan, atau perubahan tekstur karet. Jika tanda-tanda ini ditemukan, pemilik kendaraan disarankan segera membawa mobil ke bengkel atau teknisi profesional guna mencegah risiko pecah ban.
Agar ban tetap dalam kondisi optimal setelah melewati banjir, pemilik kendaraan disarankan melakukan beberapa langkah berikut:
1. Periksa Tapak dan Dinding Ban
Pastikan tidak ada benda tajam yang menempel atau merusak permukaan ban.
2. Bersihkan Ban dari Lumpur dan Kotoran
Kotoran yang menempel bisa mempercepat keausan ban dan menyebabkan kerusakan jangka panjang.
3. Cek Tekanan Angin
Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan untuk menjaga performa ban.
4. Lakukan Pemeriksaan ke Bengkel
Jika terdapat tanda-tanda keausan atau kerusakan, segera konsultasikan dengan teknisi profesional.
Dengan perawatan yang tepat, risiko kerusakan ban akibat banjir bisa diminimalkan, sehingga keselamatan berkendara tetap terjaga. @ffr