Bandar yang Ditangkap di Hotel, Mengaku Sudah 6 Bulan Edarkan Sabu di Kota Tasikmalaya

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, AKP. Yaser Arafat, SH./visi.news/ema rohima
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Jajaran Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya terus melakukan pengembangan dan penyidikan terhadap pasangan suami istri berinisial F (40) dan KR (32) keduanya warga Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya , Jawa Barat yang diciduk di salah satu hotel kawasan Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.

Pasutri tersebut kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti seberat 70,6 gram.

“Keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Kini masih dilakukan pemeriksaan dan mendalami ihwal asal usul barang tersebut. Kami pun berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat,” kata Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, AKP. Yaser Arafat, SH kepada wartawan, Sabtu (13/6).

Menurutnya, dari hasil penyidikan pasutri yang diketahui warga Kecamatan Kawalu itu mendapatkan sabu dari seseorang berinisial H dan mengendalikan peredarannya dari salah satu Lapas di Bandung.

“Peredaran sabu dikendalikan dari pelaku yang kini posisinya berada di salah satu Lapas di Bandung. Untuk itu pihaknya berkoordinasi dengan Polda Jabar,” tuturnya.
Dikatakan Yaser, saat ini pihaknya sedang mendalami sejak kapan sabu itu masuk ke Tasikmalaya. Berapa hari sekali pengiriman dan penerimaannya seperti apa?.

Jika tidak diungkap tuntas, jelas Yaser Arafat, maka ini sebuah ancaman karena akan membahayakan generasi muda di Kota Tasikmalaya.

Dengan demikian, pihaknya akan terus berupaya mendalami karena dicurigai ada pelaku lain.

Ditambahkannya, jika diasumsikan 1 gram sabu digunakan oleh 5 orang. Maka dengan sabu seberat 70,6 gram yang disita diperkirakan ada 350 orang pengguna atau pecandu sabu di Kota Tasikmalaya.

Dijelaskan Yaser, hasil penyidikan lainnya bahwa pelaku saat dibekuk usai pesta sabu. Dan mengaku sudah enam bulan mendapatkan pasokan sabu yang dikendalikan dari Lapas.

“Peranan tersangka jelas dari jejak digital dan bukti lainnya dia adalah bandar. Dalam waktu 6 bulan terakhir dia sudah mendapat perintah untuk menebar narkoba itu khususnya di Kota Tasikmalaya,” tandasnya.
Adapun tersangka KR (32) yang merupakan istri F, memang hanya terlibat. Hal tersebut setelah dilakukan gelar perkara di Polda Jabar, ternyata hanya kebetulan saja betarada di lokasi.
Namun demikian KR merupakan istri sah dari F.@erm

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkab Bandung Tetap Perpanjang PSBB Meski Sudah Zona Biru

Sab Jun 13 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Status level kewaspadaan Kabupaten Bandung turun dari kuning menjadi level biru. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dalam Rapat Koordinasi (rakor) Update Level Kewaspadaan Penanganan Covid-19 Kabupaten/Kota se Jabar melalui Video Conference, Jumat (12/6/2020). Gubernur Jabar mengungkapkan, perubahan zona biru tersebut dikarenakan laju […]