Search
Close this search box.

Bandung Siap Tingkatkan Kebersihan, Tambah 25 Mesin Pengolah Sampah dan 1.597 Petugas

Pengumpulan sampah daun di selokan oleh warga./visi.news/humas

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan langkah besar untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama kota. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026, Pemkot Bandung mengalokasikan tambahan 25 mesin pengolah sampah dan menambah 1.597 petugas pengelola sampah di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan, perhatian khusus Gubernur Jawa Barat terhadap kebersihan kota mendorong penguatan sumber daya manusia dan sarana pendukung pengelolaan sampah.

“Dalam evaluasi RAPBD 2026, salah satu yang menjadi sorotan Pak Gubernur adalah kebersihan kota. Penekanannya diarahkan pada penambahan jumlah penyapu jalan agar cakupan wilayah yang dibersihkan bisa lebih luas,” ujar Farhan, Selasa (23/12/2025).

Saat ini, Kota Bandung memiliki sekitar 800 penyapu jalan yang baru mampu menjangkau 52 persen ruas jalan. Penyapuan sebagian besar dilakukan dalam satu sif, sehingga kebersihan jalan tidak bertahan lama.

“Ke depan, harapannya jumlah penyapu jalan bisa bertambah sehingga penyapuan tidak hanya satu sif, tapi bisa dua bahkan tiga sif, terutama di pusat kota. Dengan begitu, kebersihan bisa terjaga sepanjang hari,” tambah Farhan.

Selain kebersihan jalan, sistem pengolahan sampah menjadi fokus utama Pemkot Bandung. Farhan mengatakan, meskipun armada pengangkutan dan alat berat sudah memadai, kemampuan pengolahan sampah masih harus ditingkatkan.

“Pengangkutan sudah cukup mumpuni. Hal yang masih kurang adalah pengolahan sampah, sehingga perlu penambahan mesin-mesin pengolahan,” ujarnya.

DLH Kota Bandung mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 96 miliar untuk 2026. Anggaran ini akan digunakan untuk menambah petugas penyapu jalan, pengadaan mesin pengolah sampah, serta penguatan pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan.

“Penambahan Rp 96 miliar ini di luar anggaran eksisting persampahan yang sekitar Rp 240 miliar,” kata Farhan.

Baca Juga :  Pemkot Sampaikan Usul Percepatan Jalur Ganda Kereta Api Sampai Sukabumi

Penguatan pengelolaan sampah juga mencakup pengolahan sampah organik di tingkat RW. Dengan target satu petugas mampu mengolah 25 kilogram sampah per hari, totalnya diharapkan dapat mengurangi puluhan ton sampah setiap hari.

Selain itu, DLH Kota Bandung merencanakan penambahan mesin pemusnah sampah, atau insinerator, sebanyak 16 unit tambahan, sehingga total menjadi 25 unit. Farhan menekankan, metode pengolahan lain juga akan dioptimalkan, termasuk TPS 3R, bank sampah, dan metode RDF.

“Masukan dari DLH Provinsi Jawa Barat, tidak hanya mengandalkan insinerator. Alternatif seperti optimalisasi TPS 3R, bank sampah, dan metode RDF juga perlu diaktifkan,” ujar Farhan.

Dengan tambahan fasilitas dan petugas, Pemkot menargetkan seluruh sistem baru bisa beroperasi pada triwulan pertama 2026. Mulai April, Kota Bandung diharapkan lebih mandiri dalam pengelolaan sampah, sehingga potensi darurat sampah dapat diminimalkan.

Saat ini, timbulan sampah di Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari, dengan 981 ton dibuang ke TPA Sarimukti dan kemampuan pengolahan baru sekitar 350 ton per hari. Penambahan mesin pengolah dan petugas diharapkan dapat menutup selisih 200 ton per hari.

Pemkot Bandung juga tengah meninjau efisiensi anggaran di sektor lain untuk memaksimalkan fokus pada kebersihan kota dan pengelolaan sampah.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :