VISI.NEWS | BANDUNG — Hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung Selatan pada Minggu (30/11/2025) petang kembali memicu banjir cileuncang di sejumlah titik. Wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah menjadi area yang paling terdampak, dengan genangan air yang menghambat arus lalu lintas dan mengganggu aktivitas warga.
Di Jalan Laswi, tepatnya di Kp. Cipicung, Kelurahan Manggahang, banjir tampak menggenangi area depan Masjid Sahara hingga dekat Rumah Makan Cip Cip. Sejumlah pengendara motor terlihat kesulitan melintas, bahkan beberapa di antaranya terpaksa mendorong kendaraan yang mogok.
Minimnya penerangan jalan umum (PJU) memperparah kondisi di lokasi tersebut. Lampu jalan yang redup membuat para pengendara harus ekstra hati-hati, terutama saat melewati titik-titik genangan yang cukup dalam. “Motor saya tiba-tiba mati karena airnya tinggi. Tambah gelap juga, jadi tidak kelihatan mana jalan yang dalam,” ujar seorang pengendara.
Situasi serupa terjadi di Jalan Siliwangi, Baleendah. Genangan air merendam badan jalan, sementara cahaya lampu jalan yang tidak memadai membuat pengendara sulit menghindari lubang. Warga menyebut, minimnya PJU bahkan pernah membuat sejumlah kendaraan terperosok ke lubang yang sedang dalam proses pengecoran.
“Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan PJU terutama di kawasan jalan yang sering dilanda banjir,” ungkap Budi Mulya (54), warga Ciparay, yang berharap pembenahan segera dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Tidak hanya di Cipicung, banjir cileuncang juga terjadi di Jalan Raya Laswi, Kp. Cangkring, Kelurahan Jelekong, Baleendah. Sejumlah motor turut mogok setelah nekat menerobos genangan yang cukup tinggi. Arus kendaraan pun tampak tersendat.
Seorang pengguna motor, Nanda R (36), mempertanyakan apakah banjir di kawasan tersebut berkaitan dengan aktivitas galian C yang berada tidak jauh dari lokasi. “Banjir di sini apakah ada kaitannya dengan galian C? Tolong pemerintah setempat bisa turun tangan kalau memang akibat galian C,” ujarnya sambil menunggu motornya kembali menyala.
Di Kecamatan Dayeuhkolot, genangan air tampak menutupi area depan Kantor PT Pos. Sejumlah pengendara motor kembali menjadi korban, dengan banyak kendaraan yang mogok akibat memaksa melintas di tengah tingginya genangan.
Hingga Minggu malam, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait penyebab banjir maupun langkah penanganan. Warga berharap adanya perbaikan drainase, peningkatan PJU, serta penertiban aktivitas yang diduga memperparah kondisi banjir di wilayah Bandung Selatan.
@uli












