VISI,NEWS | BANDA ACEH -Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menyebabkan enam kecamatan terisolasi dan puluhan ribu warga terdampak hingga Minggu, 14 Desember 2025. Pemerintah daerah menyebut akses darat masih terputus di sejumlah titik sehingga penyaluran bantuan harus dilakukan melalui jalur udara.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, mengatakan sebanyak 36.664 warga di 59 desa terdampak bencana dan belum sepenuhnya terjangkau bantuan darat. Enam kecamatan yang terisolasi yakni Mesidah, Syiah Utama, Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, Permata, dan Timang Gajah.
“Enam kecamatan itu masih terkurung. Bantuan hanya bisa masuk lewat udara. Tapi kami masih kuat di sini,” ujar Tagore saat rapat koordinasi bersama Wakil Gubernur Aceh.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah terus berupaya membuka akses jalan dengan mengerahkan alat berat, sembari mengandalkan helikopter untuk pengiriman logistik ke wilayah terisolasi. Namun, ketersediaan bahan pangan mulai mengkhawatirkan.
“Per hari ini stok beras di gudang logistik hanya tersisa sekitar 12,4 ton untuk dibagikan ke 232 desa, baik melalui jalur darat maupun udara,” kata Tagore.
Data Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah mencatat, jumlah warga terdampak terbanyak berada di Kecamatan Pintu Rime Gayo dengan 11.096 jiwa, disusul Kecamatan Gajah Putih sebanyak 10.396 jiwa. Hingga Minggu malam, tercatat 30 orang meninggal dunia dan 14 lainnya masih dinyatakan hilang.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur. Sebanyak 154 jembatan dan 58 titik jalan dilaporkan rusak, disertai kerusakan 710 rumah warga, 14 fasilitas pendidikan, serta tujuh fasilitas kesehatan. Listrik dan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah pun belum pulih.
Di tengah kondisi tersebut, akses vital penghubung Kabupaten Bireuen dan Bener Meriah di kawasan Teupin Mane mulai terbuka kembali setelah jembatan darurat jenis bailey rampung dibangun. Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menyebut jembatan tersebut menjadi solusi cepat untuk memulihkan konektivitas kawasan.
“Alhamdulillah, Jembatan Bailey Teupin Mane sudah rampung dan bisa dilalui kendaraan dari kedua arah. Ini respons cepat untuk mengatasi terputusnya jalur utama,” ujar Nasir.
Menurutnya, jembatan darurat itu diharapkan memperlancar distribusi logistik dan mobilitas warga menuju wilayah pedalaman, khususnya kawasan dataran tinggi Gayo, sembari menunggu perbaikan permanen dilakukan.@fajar












